RSS

Instagram

Instagram
@lailarosita

My Friends

Persiapan Pendirian Usaha Baru

A. Petunjuk Teknis Pengurusan Surat Izin Usaha Perusahaan

Perizinan usaha dagang adalah alat untuk membina, mengarahkan, mengawasi, dan menerbitkanizin-izin usaha perdagangan. Pada dasarnya setiap perusahaan, apapun yang dilakukan bertujuanuntuk memperoleh keuntungan. Untuk memperoleh keuntungan, setiap perusahaan diantaranyaharus pandai mengelola usaha dengan manajemen yang baik. Untuk memperlancar dalampengelolaan usaha setiap pengusaha diwajibkan mengurus surat izin dari instansi pemerintahterkait.

Peraturan-peraturan pemerintah daerah yang berhubungan dengan pemberian surat-surat izinusaha dalam bidang perdagangan, diantaran sebagai berikut :

1. SITU (Surat Izin Tempat Usaha)

Untuk kelancaran usaha setiap pengusaha perlu mengurus surat izin tempat usaha. Surat izintempat usaha ikeluarkan oleh pemerintah daerah tingkat II.
Adapun prosedur pengurusan suratizin tempat usaha adalah sebagai berikut
a. terlebih dahulu meminta izin para tetangga dan sudah disekitarnya, kiri kanan dan depanbelakang.
b. Jika sudah memperoleh izin dari para dan sudah diketahui oleh RT dan RW kemudianditeruskan ke kelurahan dan kecamatan untuk memperoleh izin tempat usaha.
c. Permohonan surat izin dan para tetangga yang sudah diketahui oleh lurah dan camat akhirnyadiurus ke kotamadya/kabupaten untuk memperoleh Surat Izin Usaha/SITU setiap setahun sekaliuntuk melakukan registrasi (daftar ulang)
d. Membayar biaya izin berdasarkan PERDA Nomor 17/PD/1976, Nomor 35/PD/1977, dannomor 09 Tahun 1986

Dalam syarat menjalankan perusahaan, pengusaha yang bersangkutan wajib mentaati syarat-syarat sebagai berikut :
a. Keamanan
1. Perusahaan harus menyediakan alat-alat pemadam kebakaran
2. Bangunan perusahaan harus terbuat dari bahan-bahan yang tidak mudah terbakar
3. Perusahaan harus mengikuti dan mentaati Undang-Undang Keselamata Kerja.

b. Kesehatan
1. Perusahaan harus menyediakan tempat sampah yang tertutup
2. Perusahaan harus mencegah atas kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan hidup
3. Perusahaan harus menyediakan alat-alat Pertolongan Pada Kecelakaan (P3K)

c. Ketertiban
1. Kegiatan perusahaan hanya dapat dilakukan berdasarkan peraturan pemerintah daerah.Melebihi
 ketentuan jam kerja dapat dilakukan dengan izin khusus.
2. Dilarang menyimpan barang-barang perusahaan dipinggir jalan umum.
3. Penggunaan bangunan usaha harus sesuai dengan peraturan pemeintah daerah, dimanaperusahaan tersebut berdomisilid.

 Syarat-syarat lain
1. Perusahaan diwajibkan untuk mengutamakan tenaga kerja dari penduduk disekitarnya yangmempunyai KTP.
2. Perusahaan harus menjaga keindahan lingkungan dan mengadakan penghijauan


3. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

Setiap wajib pajak wajib mendaftarkan dirinya pada kantor Pelayanan Pajak setempat dankepadanya diberikan nomor pokok wajib pajak (NPWP)
Pada umumnya yang diwajibkan untuk mendaftarkan dan mendapatkan NPWP adalah setiapwajib pajak yang meliputi hal-hakl sebagai berikut:
a. Setiap badan yang menjadi subyek pajak penghasilan yaitu PT, CV, Firma, BUMN, BUMD,Persekutuan,Perseroan?Perkumpulan Kongsi, Koperasi, Yaysan/Lembaga dan Bentuk UsahaTetap
b. Setiap wajib pajak orang pribadi/perorangan. Pajak Penghasilan netto di atas PenghasilanTidak Kena Pajak (PTKP) yang mulai berlaku 1 Januari 1994 besarnya adalah sebagai berikut :

1. Untuk diri wajib pajak sebesar Rp. 1.728.000,- / tahun
2. Untuk wajib pajak yang kawin sebesar Rp. 864.000,- / tahun
3. Untuk setiap orang keluarga sebesar Rp. 864.000,- / tahunc.

Setiap wajib pajak diwajibkan mengisi surat pemberitahuan, menandatangani, danmenyampaikan keDirektorat Jendral Pajak (Kantor Pelayanan pajak /KPP)d. Setiap wajib pajak wajib mengambil sendiri SPT yang telah disediakan oleh Direktorat JendralPajak,mengisi, menghitung, dan memperhitungkan sendiri pajak yang terutang dalam satu masa pajak danmnyampaikan SPT yang telah diisi dan ditandatangani tersebut kepada Direktorat JendralPajak/KantorPelayanan Pajak setempat dalam batas waktu yang telah ditentukan.

4. NRP ( Nomor Register Perusahaan)

Nomor registrasi perusahaan tersebut juga tanda daftar perusahaan (TDP). beberapa hal yangharusdiperhatikan tentang NPR adalah sebagai berikut :

a. Tanda daftar perusahaan wajib dipasang ditempat yang mudah dilihat oleh umum
b. Tanda daftar perusahaan wajib dicantumkan pada papan nama perusahaan dan dokumen-dokumen yangdigunakan dalam kegiatan usaha.

c. Apabila tanda daftar perusahaan hilang atau rusak, wajib mengajukan permintaan tertuliskepda kantorc. pendaftaran perusahaan untuk memperoleh penggantinya dalam waktu 3 bulan setelahkehilangan atau rusak.
d. Setiap perusahaan atas hal-hal yang didaftarkan wajib dilaporkan kepada 
kantor pendaftaran perusahaan dengan menyebutkan alsan-alasan dalam waktu 3 bulan setelahkehilangan atau rusak

e. Daftar perusahaan dihapus apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :
1. Perusahaan menghentikan segala kegiatan usahanya
.2. Perusahaan berhenti pada waktu akta pendiriannya kadaluwarsa
3. Perusahaan dihentikan segala kegiatan usahanya berdasarkan suatu keputusan pengadilannegeri yangtelah memperoleh kekuatan hukum yang tetapf.

Tanda daftar perusahaan berlaku untuk jangka waktu 5 tahun sejak diterbitkan dan wajibdiperbarui selambat-lambatnya 3 bulan sebelum masa berlakunya berakhir

 5. NRB ( Nomor Rekening Bank)

Persyaratan untuk mendapatkan nomor rekening Bank adalah sebagai berikut :
a. Foto kopi KTP/SIM
b. Mengisi formulir kartu contoh tanda tanganNomor rekening bank untuk perusahaan minimal 2 orang yaitu bendahara dan manajer.Sedangkan nomor rekening bank untuk perorangan hanya bersangkutan saja

.6. AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan)

Analisa mengenai dampak lingkungan adalah keseluruhan proses yang meliputi penyusunananalisis mengenai dampak lingkungan bagi berbagai usaha atau kegiatan terpadau/multi sektor.Dengan perkataan lain AMDAL adalah hasil studi yang dirancang terhadap lingkungan hidupdalam satu kesatuan hamparan ekosistem daan melibatkan kewenangan lebih dari satu instansiyang yang bertanggung jawab.Terlaksananya pembangunan yang berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatansumber daya alam secara bijaksana merupakan tujuan dalam AMDAL.
Adapun yang mendasarianalisis dampak lingkungan, diantaranya sebagai berikut :
a. Undang-Undang No.4 Tahun 1982 tentang Pengelolaan Pokok Lingkungan Hidup
b. Undang-Undang No.5 Tanun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati danEkosistemnya
c. Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang
d. Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air
e. Pereturan Pemerintah No. 51 Tahun 1993 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
f. Keputusan Presiden RI No. 23 Tahun 1990 tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan.
g. Surat Menteri Negara Lingkungan Hidup No. B 2335/MENLH?12/93, No.B2347/MENLH/12/93, tentang Konsep Kriteria Kegiatan Wajib AMDAL


B. Dokumen-Dokumen Perusahaan untuk Mengurus Surat Ijin Usaha
Beberapa dokumen perusahaan yang diperlukan untuk mengurus surat izin usaha adalah sebagaiberikut.
1. SITU (Surat Izin Tempat Usaha)
a. Salinan kartu tanda penduduk (KTP)
b. Pas poto 2 buah ukuran 3×4 cm dari penanggung jawab pemilik.
c. Salinan akta pendirian usaha dari notaris , terutama bagi badan usaha yang berbadan hukumseperti CV, PT, Firma, BUMN, BUMD, Perseroan, Koperasi, dan lain sebaginya.

2. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
a. Perusahaan yang berbentuk PT
1. Salinan akta pendirian yang dibuat notaris.
2. Salinan pengesahan anggaran dasar dari departemen kehakiman
3. Salinan pendaftaran akta pendirian pada kepaniteraan pengadilan setempat.
4. Salinan berita negara tentang pendirian perseroan terbatas
5. Salinan risalah rapat umum pemegang saham tentang pengangkatan direksi dan dewankomisari.
6. Salinan SITU dari pemerintah Daerah
7. Salinan kartu tanda penduduk (KTP) dari penanggung jawab.
8. Salinan surat keputusan ganti nama dari penanggung jawab perusahaan yangdikeluarkan olehMenteri Kehakiman/Kepala Daerah Tingkat II (apabila ada penggantian nama)
9. Pas poto 3 buah ukuran 3×4 cm dari penanggung jawab.10.Salinan surat keputusan direksi dan persetujuan dewan komisaris mengenai pendiriancabang/perwakilandan nomor surat ijin usaha perdagangan dari perusahaan setempat

b. Perusahaan yang berbentuk Firma (Fa)
1. Salinan akta pendirian yang dibentuk notaris
2. Salinan surat tentang pendaftaran akta pendirian pada kepaniteraan pengadilan negerisetempat.
3. Salinan berita negara tentang pendirian Firma
4. Salinan surat keterangan SITU dari Pemerintah Daerah Tingkat II
5. Salinan kartu tanda Penduduk (KTP) dari penanggung jawab/pemilik
6. Salinan surat keputusan ganti nama dari penanggunjawab/pemilik perusahaan yangdikeluarkanoleh Menteri Kehakiman/Kepala Daerah Tingkat II (apabila ada penggantian nama).
7. Pas poto 2 buah ukuran 3×4 cm dari penanggung jawab/pemilik

c. Perusahaan yang berbentuk CV
1. Salinan akta pendirian dibuat oleh notaris.
2. Salinan surat tentang pendaftaran akta pendirian pada kepaniteraan pengadilan negeri setempat.
3. Salinan berita negara tentang pendirian CV yang bersangkutan
4. Salinan surat keterangan SITU dari Pemerintah Daerah Tingkat II

d. Perusahaan yang berbentuk perseorangan
1. Salinan kartu tanda penduduk (KTP) dari pemilik
2. Salinan surat keterangan SITU dari Pemerintah Daerah Tingkat II
3. Pas poto 2 buah ukuran 3×4 cm dari penanggung jawab/pemilik

e. Perusahaan yang berbentuk koperasi
1. Koperasi yang kegiatannya lebih dari 1 provinsi/daerah tingkat I
a. Salinan surat pendirian koperasi dari Derektorat Jendral Koperasi
b. Salinan surat keterangan dari Derektorat Jendral Koperasi tenatang nama dan jabatan, namamanager, nomor badan hukum, dan jenis kegiatan atau domisili.

2. Koperasi yang kegiatannya didalam daerah provinsi/daerah Tingkat II yang mencakup
 beberapa kabupaten/daerah tingkat IIa. Salinan surat pendirian koperasi dari kantor wilayah koperasib. Salinan surat keterangan dari kantor Koperasi tentang nama dan jabatan, nama manager,nomor badan hukum, dan jenis kegiatan atau domisili.

3. Koperasi yang kegiatannya didalam daerah Kbupaten/daerah tingkat II.
a. Salinan surat pendirian koperasi dari kantor koperasi
b. Salinan surat keterangan dari kantor koperasi tentang nama dan jabatan pengurus, namamanager, nomor badan hukum, dan jenis kegiatan atau domisili.

f. Perusahaan yang berbentuk Perusahaan Perseorangan (PERSERO)
1. Salinan perusahaan pemerintah tentang penyertaan modal
2. Salinan surat keputusan menteri keuangan tentang pengengkatan direksi
3. Salinan akta notaris tentang pendirian perusahaan perseorangan
4. Salinan surat pengesahan anggaran dasar dari departemen kehakiman
5. Salinan berita negara tentang pendirian perseroan yang bersangkutan
6. Salinan surat tentang pendaftaran akta pendirian perusahaan pada kepaniteraan pengadilannegeri setempat.


3. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
a. Foto copi akta pendirian/akta perubahan yang terakhir.
b. Foto copi surat ijin tempat usaha atau surat keterangan dari instansi yang berwenang
c. Fotokopi KTP/Kartu Keluarga/Paspor Pengurus
d. Fotokopi kartu NPWP kantor pusat( yang berstatus cabang)
e. Surat kuasa (bagi pengurus yang diwakili penguasanya)

4. NRP (Nomor Resgister Perusahaan)
a. Fotokopi KTP dari penanggung jawab/pemilik
 b. Fotokopi akta pendirian/akta perusahaan yang terakhir dari notaris bagi perusahaan yangberbadan hukum.
c. Fotocopi surat izin tempat usaha atau surat keterangan lainnya dari instansi yang berwenang.
d. Fotokopi NPWP

5. NRB ( Nomor Rekening Bank)
a. Fotokopi KTP/SIM penanggungjawab/pemilik
b. Kartu contoh tanda tangan pimpinan perusahaan dan bendahara
c. Tanda setoran
d. Lember pemberitahuan setoran

6. AMDAl (Analisis Dampak Lingkungan)
a. Fotokopi KTP pengusaha perusahaan
b. Fotokopi akta pendirian perusahaan
c. Fotokopi surat izin usaha
d. Fotokopi nomor pokok wajib pajak
e. Fotokopi nomor register perusahaan
f. Fotokopi denah, gambar, lokasi perusahaan yang menimbulkan dampak


C. Dokumen-Dokumen Perusahaan untuk Mengurus Surat Ijin Usaha
1. Persyaratan Teknis Cara Memperoleh Modal Usaha
Kredit bersal dari bahasa Yunani yaitu “credere” artinya kepercayaan. Dengan demikian,
seseorang yang memperoleh kredit pada dasarnya adalah memeperoleh suatu kepercayaan.Pemerintah melalui bank-bank telah mengeluarkan serangkaian peraturan dalam rangkamembantu modal usaha perusahaan kecil yang dinamakan Kredit Investasi Kecil (KIK) danKredit Modal Kerja Permanen (KMKP)KIK Adalah kredit jangka menengah atau panjang yang diberikan kepada pengusaha/perusahaankecil (golongan ekonomi lemah), guna membiyayai modal untuk rehabilitas, modernisasi,perluasan usaha, dan pendirian proyek usaha baru.KMKP adalah kredit yang diberikan kepada pengusaha/perusahaan kecil (golongan ekonomilemah). Untuk keperluan modal kerja (dalam hal ini untuk membeli bahan baku, bahanpembantu, upah dan lain sebagainya


2. Cara memohon kredit
a. Diajukan kepada kantor cabang bank pelaksana
b. Mengisi daftar isian yang formulirnya sudah disediakan kantor cabang bank pelaksana yangbersangkutan.
c. Memberikan keterangan yang lengkap dan benar (jujur) mengenai keadaan keuangan danusaha si pemohon

3. Dokumen yang perlu dilampirkan dala permohonan kreditDalam mengajukan kredit, perlu dilampirkan hal-hal sebagai berikut :
a. Akta pendirian perusahaan dan KTP
b. Izin Usaha/SIUPO, izin industri
c. NPWP
d. Neraca dan perincian rugi/laba serta laporan aktivitas usaha
e. Proposal Usaha

Tata cara pengelolaan permohonan kredi adalah sebagai berikut :
a. Penelitian pendahuluan atas permohonan
1. Memenuhi persyaratan sebagai pemohon atau tidak
2. Pemohon kredit dapat dipercaya atau tidak
3. Pemohon memenuhi persyaratan pemohon atau tidak
 4. Apakah data dari pemohon lengkap atau tidak
5. Bagaiman sektor usaha pemohon yang akan dibiyayai sudah jenuh atau belum
6. Pemohon termasuk daftar hitam/kredit rangkap/kredit macet atau tidak
7. Sektor usaha pemohon termasuk yang dibiyayi bank atau tidak

 b. WawancaraKantor
cabang bank pelaksana mengadakan wawancara dengan pemohon kredit

c. PemriksaanPemeriksaan ketempat usaha/lokasi usaha pemohon.
d. InformasiMenggali informasi mengenai pemohon dari bank-bank lain.
e. Penilaian analisis permohonan

1. Penilaian untuk menghadapi resiko kredit
a. Watak atau karakter dari pemohon
 b. Kemampuan
c. Modal
d. Kondisi
e. Jaminan

2. Analisis permohonan
a. Aspek umum
1. Izin/akta pendirian usaha
2. Pemilik modal
3. Pengalaman usaha
4. Informasi pihak ketiga

b. Aspek manajemen
1. Pengurus
2. Jumlah anggota
3. Jabatan rangkap diluar persahaan, jabatan tersebut menghambat atau tidak jalannya usaha.
4. Pemohon berwenang atau tidak berwenang mengajukan permohonan kredit
5. Kerapian administrasi
6. Kebenaran data yang disampaikan

c. Aspek Pemasaran
1. Jenis barang yang dipasarkan
2. Saluran distribusi
3. Posisi pemohon terhadap perantara
4. Cara pembayaran
5. Rata-rata penjualan perbulan selama 6 bulan terakhir
6. Rencana penjualan yang akan datang
7. Konsumen akhir dan daerah pemasaran
8. Rata-rata nilai kontrak tahun terakhir (khusus untuk usaha konstruksi)
9. Nilai kontrak yang sedang dilaksanakan (khusus untuk usaha konstruksi)

d. Aspek teknik dan produksi/pembelian
1. Tempat usaha/lokasi usaha
2. Peralatan yang diperlukan
3. Keadaan peralatan/mesin
4. Biaya penambahan mesin/peralatan/bangunan
5. Rencana produksi rata-rata
6. Rata-rata produksi enam bulan terakhir
7. Perbandingan rata-rata produksi dan rata-rata penjualan
8. Sumber bahan baku /barang dagangan
9. Jalur pembelian
10. Cara pembayaran
11. Peralatan yang tersedia
12. Pengalaman atas jenis proyek yang akan dilaksanakan
13. Jadwal termin dan tingkat penyelesaian proyek

.e. Aspek Keuangan
1. Kalkulasi biaya (menguntungkan atau tidak)
2. Analisis sumber dan pengunaan dana.
3. Analisis rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan rentabilitas

f. Pemutusan (wewenang pimpinan cabang)
 1. Ditolak
2. Disetuji

D. Mencari, Memilih, dan Menetapkan Tempat Usaha yang Strategis
1. Mencari tempat usaha yang paling strategis
Para pengelola usaha sangat berkepentingan dalam mencari tempat usaha yang strategis.Perusahaan yang akan didirikan sudah barang tentu ditempat atau daerah para pelanggan yangsangat potensial. Tempat usaha harus berdekatan dengan tempat pemusatan para pembeli, agardapat menjamin penyerahan barang yang mudah dan cepat. Pengambilan keputusan dalammencari tempat usaha yang strategis dapat dipandang sebagai proses :
a. Mencari tempat usaha yang strategias
b. Mencari tempat usaha yang khas

Dengan perkataan lain tempat usaha yang strategis adalah tempat atau letak perusahaanmelakukan aktivitas berikut pemasarannya, serta penjualan barang dagangan yang dapatmemberikan keuntungan besar.Untuk mencari tempat usaha yang strategis banyak kaitannya dengan badan usaha. Mencaritempat usaha yang strategis pada umumnya lebih mudah bila dibandingkan denganmencaritempat untuk pabrik
Mencari tempat perusahaan adalah di daerah pusat perdagangan dan keuangan agar pemasaranproduk atau barang dagangan lebih berhasil dan terjamin.Akan tetapi, jika mencari tempat yang strategis untuk pabrik harus dipertimbangkan secaraseksama, karena akan berkaitan dengan masalah bahan baku, tenaga kerja, transportasi, danmasalah penunjang produksi lainnya. Tempat usaha yang strategis besar sekali pengaruhnyaterhadap biaya produksi maupun biaya pemasaran dan penjualan barang dagangan

2. Memilih Tempat Usaha yang Palin Strategis.
Memilih tempat usaha yang paling strategis akan menyangkut banyaknya pusat penjualan yangakan didirikan. Tempat usaha yang paling strategis dipengaruhi oleh beberapa faktor,diantaranya corak barang yang disediakan, pelayanannya, penyerahan barang, dan kemudahantransportasinya.

 .a. Tempat Usaha yang diinginkan Perusahaan
Tempat usaha yang paling strategis dan yang paling diinginkan oleh perusahaan/toko,diantaranya sebagai berikut :
1. Letaknya strategis
2. Dekat dengan bahan-bahan baku
3. Dekat dengan pasar
4. Tenaga kerja mudah didapt
5. Biaya transportasi murah
6. Fasilitas pemerintah daerah mendukung dan menunjang
7. Fasilitas tenaga penggerak/energi mudah didapat
8. Keadaan ekonomi konsumen didaerah tersebut cukup baik



b. Tempat Usaha yang diinginkan Konsumen/Pembeli
Tempat usaha yang paling strategis dan yang diinginkan pembeli, adalah sebagai berikut :
1. Adanya fasilitas parkir yang cukup luas
2. Fasilitas trasnportasi mudah dan lancar

3. Menetapkan Tempat Usaha yang Paling Strategis

Menetapkan tempat usaha yang paling strategis merupakan dambaan para pengelola usahadisebabkan karena :
a. Sangat menguntungkan
b. dapat memuskan langganan
c. adanya kemudahan dalam segala hal
d. memudahkan pemasaran dan penjualan barang dagangan.

Apabila perusahan telah menempatkan tempat atau daerah yang strategis, maka masalah-masalahselanjutnya yang akan dihadapi adalah :
a. Masalah biaya
 h. Masalah persaingan
b. masalah pelayanan
i. Masalah transportasi
c. arus pengunjung
 j. Batas-batas daerah perdagangan
d. arus para pembeli
 k. Masalah keindahan
e. masalah parkir kendaraan
l. Masalah tenaga kerja yang terampil
f. masalah keamanan
g. masalah polusi

E. Menetapkan Tempat Usaha

Menetapkan tempat usaha sangat penting sekali. Tempat usaha adalah tempat dimana perusahaanmelakukan kegiatan usaha. Tempat usaha tersebut tentunya tidak akan dibangun disetiap tempat.Menetapkan tempat usaha perlu dibangun wilayah yang strategis serta menguntungkan.Penciptaan perusahaan diwilayah yang strategis akan mendukung lancarnya kegiatan-kegiatanusha.Pengertian tempat yang strategis ditinjau dari sudut ekonominya, secara lebih terperinci faktor-faktor yang dapat mempengaruhi didalam penetapan tempat usaha adalah sebagai berikut :

1. Pasar
Masalah pasar yang perlu dipertimbangkan adalah masalah transportasi dan distribusinya.,sehingga dapat menentukan tempat usaha yang diinginkan.
2. Tenaga Kerja
Tenaga kerja terdidik ataupun tenaga kerja terlatih yang cukup profesional sangat mendukunglancarnya usaha.
3. Fasilitas Transportas
Fasilitas transportasi yang tersedia dapat mendukung didalamnya menetapkan tempat usahaperusahaan.
4. Faktor-Faktor Pendukung
Faktor-faktor pendukung yang dapat mempengaruhi didalam penempatan tempat usaha,diantaranya sebagai berikut :
a. Fasilitas-fasilitas perbankan
b. Sikap atau animo masyarakat terhadap produk/jasa
c. Kemungkinan tempat untuk pengembangan perusahaan
d. Fasilitas keamanan tempat usaha
e. Fasilitas daya tahan tempat usaha
f. Fasilitas kesehatan dan kebersihan tempat usaha

F. Menyusun dan Mengatur Tempat Usaha serta Kebutuhan Peralatan
1. Menyusun Kebutuhan Peralatan Perusahaan
Menyusun kebutuhan peralatan perusahaan memerlukan pertimbangan mengenai jenis-jeniskebutuhan peralatan serta penyusunannya. Penyusunan kebutuhan peralatan perusahaanperalatan perusahaan yang tepat akan memberikan efisiensi terhadap kegiatan usaha.Didalam menyusun kebutuhan peralatan perusahaan, hendaknya mempertimbangkan hal-halsebagai berikut:

a. Pekerjaan dan cara penyelesainnya
b. Fleksibilitas penggunaan peralatan
c. Harga dan penanaman modal

Didalam menyusun kebutuhan akan peralatan perusahaan harus yang menguntungkanperusahaan. Peralatan-peralatan tersebut meliputi hal-hal berikut :
a. Mesin atau peralatan harus dapat menghemat tenaga kerja
b. Mesin atau peralatan harus dapat menghemat waktu
c. Mesin atau peralatan harus dapat meningkatkan kualitas

2. Mengatur Tempat Kegiatan Usaha Kebutuhan Peralatan

Mengatur tempat kegiatan usaha dan peralatan sangat penting sekali. Setelah tempat usahaditentukan, maka tugas perusahaan selanjutnya adalah mengatur serta menyimpan peralatan yangdibutuhkan. Tempat kegiatan usaha yang akan digunakan sedapat meungkin diatur sehinggadapat menimbulkan suasana yang menyenangkan baik untuk para pegawai maupun bagi parakonsumen.

Mengatur tempat kegiatan usaha yang baik adalah sebagai berikut :
a. Ruang kegiatan usaha harus mempunyai ventilasi/saluran udara.
b. Ruang informasi dan ruang keamanan sebaiknya berdampingan letaknya
c. Ruang tunggu para konsumen ditempatkan didepan
d. Ruang operasional sebaiknya berdekatan dengan ruang pimpinan
e. Ruang arsip harus cukup penerangannya dan diatur dengan rapi
f. Mesin-mesin yang berat sebaiknya ditempatkan pada bagian tersendirig. Ruang administrasi diatur secara baik dan harmonis
h. Ruang akuntasi, ruangan umum, dan ruangan pengawasan jangan terlampau jauh letaknya,karena menyangkut urusan pembukuan, personalia, dan pemeriksaan

G. Mempersiapkan Fasilitas dan Bahan Baku
Bahan baku adalah sesuati yang sangat penting sekali. Kegiatan proses produksi tidak mungkindapat dilaksanakan manakala bahan yang akan diproses belum/tidak tersedia. Mengadakan bahanbaku hendaknya dipersiapkan dengan sebaik-baiknya agar dalam proses produksi tidak mengalami gangguan dan hambatan.Untuk menjelaskan masalah tersebut dapat disebutkan apa yang dimaksud dengan persediaanbarang.
Istilah inventories (persediaan-persediaan) diguanakan utuk barang-barang atau bahan-bahan sebagai berikut :
1. Barang dagangan yang disimpan oleh perusahaan untuk dijual kembali sesuai perputarannormal suatau usaha dagang.
2. Bahan-bahan baku dan barang dalam proses produksi
3. Bahan atau barang yang disimpan untuk dipakai

Bagi suatu usaha industri, barang persediaan yang ada yaitu bahan baku (raw material ), barangdalam proses produksi (good in process) dan barang jadi atau selesai (finished good). Sedangkanbarang dagangan yang disimpan untuk dijual oleh perusahaan dagang disebut sebagai persediaanbarang dagangan (merchandise inventory


Dari uraian diatas dapatlah dijelaskan bahwa bahan baku merupakan bahan pokok atau utamayang sangat mempengaruhi keberadaan bahan-bahan atau barang lain yang termasuk barang-barang persediaan. Bahan baku akan mempengaruhi bahan-bahan atau barang-barang lainnyabaik dari segi kualitas maupun kuantitas, karena dari bahan baku akan menjadi bahan dalamproses produksi, kemudian menjadi barang jadi/selesai, yang selanjutnya menjadi barangdagangan

H. Merekrut dan Menempatkan SDM
Bilamana suatu perusahaan membutuhkan tenaga kerja baru, maka perusahaan akan merekrut(menarik) atau mencari orang-orang yang mampu melakukan tugas-tugas untuk lowongantersebut. Langkah berikut sesungguhnya merupakan langkah kedua. Langkah pertama dalahmenentukan jenis pekerjaan yang akan dilakukan.Untuk memilih orang yang tepat, perlu dianalisis terlebih dahulu. Artinya memberi gambaransecara umum tentang pekerjaan tersebut. Penentuan sifat dan jenis pekerjaan serta penentuanketerampilan yang harus dimiliki untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik, hal tersebutdinamakan job analysisAtau analisa jabatan. Jadi sebelum diadakan perekrutan atau pencarian tenaga kerja, maka harusterlebih dahulu diadakan job analysis dari jabatan yang kan diserahkan.

1. Analisa Jabatan
Untuk dapat melaksanakan seleksi pada calon-calon pegawai dengan sebaik-baiknya, maka perluterlebih dahulu diketahui keterangan-keterangan yang lengkap tentang jabatan yang hendak diisi.Sebelum diadakan seleksai, haruslah terlebih dahulu ada kriteria yang obyektif dalam melakukanpemilihan tersebutUntuk dapat menentukan apakah seseorang mampu bekerja pada sesuatu jabatan, perlu terlebihdahulu diketahui pendidikan, keahlian, pengalaman, dan keadaan fisik yang diminta olehmasing-masing jabatan.
Syarat-syarat mental dan syarat fisik yang diminta sesuatu jabatan dapatdiketahui dengan membuat analisa jabatan.Analisa jabatan merupakan suatu proses untuk membuat uraian pekerjaan sedemikian rupa,sehingga dari uraian tersebut dapat diperoleh keterangan-keterangan yang perlu untuk dapatmenilai jabatan itu guna sesuatu keperluan. Analisa jabatan bukan saja dapat dipergunakan untuk menentukan syrata fisik dan syarat mental dan pegawai yang akan memangku sesuatu jabatan,tetapi dapat pula dipergunakan untuk tujuan lain.

Analisa jabatan dapat dibedakan sesusaidengan tujuan analisa jabatan tersebut. Keempat jenis analisa jabatan tersebut adalah sebagaiberikut

a. Analisa jabatan yang bertujuan yang bertujuan untuk menentukan syarat mental. Bagaimanacara yang dibutuhkan dari seseorang untuk dapat sukses dalam memangku sesuatu jabatan
b. Analisa jabatan yang bertujuan untuk menentukan langkah-langkah yang harus ditempuhdalam mengajarkan sesuatu pekerjaan kepada seseorang pegawai baru guna kebutuhan latihanatau pendidikan
c. Analisa jabatan bertujuan untuk menentukan nilai masing-masing jabatan dalam sesuatu badanusaha sehingga dengan demikian dapat ditentukan tingkat upah masing-masing jabatan itu secaraadil
d. Analisa jabatan yang ditujukan untuk dapat mempermudah cara pekerja pegawai pada sesuatu jabatan tertentu, yakni bermaksud untuk menghilangkan segala gerak pegawai yang tidak perlu.


2. Manfaat Analisa Jabatan
Analisa jabatan dapat dianggap merupakan alat bagi pemimpin dalam memecahkan masalahkemanusiaan. Ini disebabkan analisa jabatan dapat memberikan bantuannya dalam banyak halyaitu :
a. Dalam penarikan (rekrutment), seleksi, dan penempatan para pekerja
b. Dalam pendidikan
c. Dalam penilaian jabatan
d. Dalam perbaikan syarat-syarat pekerjaane. Dalam perencanaan organisasif. Dalam pemindahan dan promosi

3. Deskripsi Jabatan
Deskripsi jabatan dalam spesifikasi jabatan dapat disusun berdasarkan keterangan yang didapatdari pada analisa jabatan. Pada umumnya keterangan-keterangan yang ditulis dalam deskripsi jabatan meliputi dua hal yaitu :
a. Sifat pekerja yang bersangkutan
b. Tipe pekerja yang cocok untuk jabatan itu

Mengenai hal yang pertama, maka dalam sesuatu deskripsi jabatan harus termuat antara lainsebagai berikut :
a. Nama jabatan
b. Jumlah pegawai yang memegang jabatan itu
c. Ringkasan pekerjaan yang menjelaskan dengan singkat tugas-tugas utama, alat-alat ataumesin-mesin yang dipergunakan dalam pekerjaan itu.
d. Ringkasan pekerjaan
e. Keterangan tentang bahan yang dipakai
f. Hubungan pekerjaan itu dengan pekerjaan yang terdekat
g. Penjelasan tentang jabatan dibawah dan jabatan kemana petugas akan dipromosikan
h. Latihan yang dibutuhkan
i. Besarnya upah
 j. Lamanya jam kerja
k. Keadaaan khusus sesuatu pekerjaan, misalnya mengenai udara, penerangan ventilasi dan lainsebagainya


Menegenai hal yang kedua yakni tipe pekerja yang cocok untuk jabatan tersebut, maka harusdimuat antara lain sebagai berikut :
a. Jenis kelamin
b. Keadaan fisik
c. Emosi si pekerja
d. Mental si pekerja
e. Syarat pendidikan
f. Temperamen
g. Karakter
h. Minat sipekerja

Spesifikasi jabatan merupakan hasil yang diperoleh dari suatu job description (deskripsi jabatan).Ia menjelaskan karakteristik dari pekerja yang dibutuhkan untuk memangku suatu jabatantertentu. Pada umumnya spesifikasi jabatan memuat ringkasan pekerjaan yang jelas, yang diikutioleh kualifikasi definitive yang dibutuhkan dari pemangku jabatan. Yang disebut terakhir

menjelaskan antara lain :

a. Tingkat pendidikan
b. Keadaan fisik
c. Pengetahuan dan kecakapan
d. Nikah atau belum
e. Jenis kelamin
f. Batas umur
g. karakter

I. Menyusun Struktur Organisasi

Pada dasarnya penyusunan struktur organisasi perusahan dapat dijalankan berdasarkan fungsi,produk, wilayah, langganan, dan kebutuhannya. Penyusunan struktur organisasi yang berdasrkanfungsi dilakuan dengan melalui fungsi yang sama. Karyawan yang melakukan fungsi yang samayaitu memproses bahan baku menjadi barang jadi dapat dikelompokkan menjadi satu bagian,yakni bagian produksi. Penyusunan struktur organisasi yang berdasarkan produk dilaksanakanmenurut jenis-jenis produk yang dihasilkan oleh perusahaan.Penyusunan struktur organisasi perusahaan dapat juga disusun berdasarkan atas kebiasaanlangganan membeli, frekuensi membeli, usia langganan, jenis kelamin, jenis perusahaan, dan lainsebagainya. Pada umumnya perusahaan yang bergerak pada usaha jasa menggunakan strukturorganisasi fungsional.Struktur organisasi fungsional adalah bentuk organisasi yang penyusunannya didasarkan atasfungsi-fungsi yang ada dalam organisasi tersebut, seperti teknik, administrasi, produksi,keuangan, pemasatan, penjualan, sales dan lain sebagainya

STRUKTUR ORGANISASI FUNGSIONAL

J. Menempatkan Orang-Orang dalam OrganisasiUntuk menempatkan seseorang didalam organisasi perusahaan perlu diketahui terlebih dahulusifatnya (karakternya), keahliannya, dan keadaan pekerjaan perusahaan yang bersangkutan. Haltersebut sangat penting sekali, karena berhasil tidaknya seseorang pegawai untuk melaksanakntugas pekerjaan sangat dipengaruhi oleh adanya kualifikasi dengan job specification.Menempatkan orang-orang didalam organisasi harus mempunyai persyaratan tertentu,diantaranya sebgai berikut :
1. Loyalitas dan kesetiaan yang tinggi terhadap perusahaan
2. Mempunyai ilmu pengetahuan dan pendidikan
3. Mempunyai semangat etos kerja yang tinggi demi perusahaan
4. Penuh inisiatif dan kreatif
5. Mempunyai kemampuan memimpin bawahan ny
6. Mempunyai kecakapan khusus dalam bidangnya
7. Mampu melaksanakan bidang yang dipimpinnya
8. Mampu menjalankan manajemen perusahaan
9. Mempunyai tanggung jawab dan fungsi
10. Mempunyai kejujuran serta bertingkah laku yang baik

Orang yan g ditunjuk untuk ditempatkan didalam organisasi harus mampu menciptakanhubungan-hubungan yang baik dengan semua pegawai, karena sangat penting untuk suksesnya pekerjaan dalam pengorganisasian . Seorang pengusaha yang baik, mempunyai keyakinan akankemampuan terhadap orang-orang yang akan ditempatkan dalam organisasi perusahaannya.Dalam hal tersebut perusahaan akan menanamkan kepercayaan kepada orang-orang danmengembangkan kemampuan serta kemauannya untuk melaksanakan tugasnya dengan sukses.Orang-orang yang akan ditempatkan dalam organisasi perusahaan harus mempunyai otoritasyang artinya adalah mempunyai hak untuk bertindak atau untuk melakukan tindakan oleh orang-orang lain dalam suatu bidang yang telah ditentukan


K. Menempatkan Orang-Orang Dalam Organisasi
Langkah pertama dalam merekrut/penarikan ialah menentukan sifat dan keadaan dari jabatanyang akan dipangku oleh orang-orang yang ditarik tersebut. Dengan kata lain membuat suatuanalisa jabatan, dari analisa jabatan mana dapat dibuat job spesification dari pegawai yangdibutuhkan untuk memangku jabatan itu.Bila kualifikasi sudah diketahui, maka pada langkah berikutnya ditariklah orang-orang yangmemenuhi kualifikasi tersebut. Pada langkah berikut, timbul pertanyaan, dari manakah orang-orang tersebut harus ditarik dari beberapa sumber tenaga kerja,. Ada berbagai macam sumbertenaga kerja, dari mana perusahaan dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja yangdibutuhkan.Pada umumnya sumber tenaga kerja itu dapat digolongkan kepada dua sumber yaitu sumber daridalam perusahaan dan sumber dari luar perusahaan. Sumber dari dalam perusahaan, diartikanbahwa bilamana ada lowongan yang kosong, maka para pegawai yang bekerja dalam perusahaandipilih atau diangkat untuk memangku jabatan yang kosongPenggunaan sumber-sumber tenaga kerja dari luar perusahaan bukan saja karena seperti haltersebut diatas. Bila karena benar-benar kekurangan tenaga kerja, maupun karena tidak adanyatenaga kerja didalam perusahaan yang mempunyai kualifikasi sebagaimana dicantumlan dalam job spesification , maka mau tidak mau pengisian lowongan tersebut harus ditarik dari sumber-sumber tenaga kerja diluar perusahaan. Sumber tenaga kerja diluar perusahaan meliputi antaralain sebagai berikut :1. Teman-teman pegawai perusahaan2. Badan-badan penempatan kerja3. Lembaga-lembaga pendidikan4. Melalui advertensi5. Sumber-sumber lain




L. Mempersiapkan Administrasi Usaha

Mengatur kantor sangat penting sekali, agar perusahaan yang bersangkutan didalammelaksanakan kegiatan usahanya berjalan lancar sesuai dengan perencanan. Pengaturanadministrasi kantor dalam perusahaan perlu ditata sedemikian rupa dengan menmpatkan orang-orang yang mampu bekerja dibidang administrasi. Administrasi kantor. Administrasi kantoradalah segenap proses penyelenggara dalam setiap kerjasama sekelompok orang termasuk peralatan, perlengkapan, dan fasilitas didalam organisasi kantor untuk mencapai suatu tujuan.Pengaturan administrasi kantor, diantaranyan sebagai berikut :1. Pengaturan catatan personalia atau kepegawaian perusahaan2. Pengaturan catatan mesin-mesin dan peralatan kantor3. Pengaturan catatan keuangan perusahaan4. Pengaturan catatan hasil produksi5. Pengaturan catatan pemasaran dan penjualan6. Pengaturan catatan para langganan perusahaanPengaturan catatan waktu atau surat menyuratDengan perkataan lain pengaturan administrasi kantor adalah mengerjakan bermacam-macamketeranga dengan maksud menyajikan dalam bentuk yang lebih berguna atau bermanfaat untk perusahaan. Adapun perlengkapan didalam mengatur administrasi kantor, antara lain :1. Buku penjualan produk 2. Buku pemasaran produk 3. Buku pembelian bahan-bahan baku4. Buku kas5. Buku piutang6. Buku kepegawaian7. Buku persediaan produk 8. Buku ekspedisi9. Buku agenda10. Buku tamu11. Buku imventaris12. Buku pelanggan perusahaanUntuk memberi didalam pengaturan dan pengolahan administrasi kantor perusahaan, perludirancang dan disiapkan, diantaranya sebagai berikut :

1. Perangkat KerasPerkantorana. Mesin tik b. Mesin stensilc. Mesin foto copyd. Mesin komputere. Mesin hitung dan kalkulatorf. Telepon dan teleksg. Tinta stensil alat tulis kantorh. Cat dan kuasi. Meja, kursi, dan almari j. Papan agenda dan papan informasi

2. Perangkat Lunak Perkantoran
a. surat masuk dan surat keluar
b. Surat tugas para pegawai
c. Surat pemberhentian pegawai
d. Surat cuti pegawai
e. SK Pengangkatan para pegawai
f. Cap/Stempel perusahaan
g. Daftar hadir para pegawai
h. Daftar gaji/honor/upah para pegawai
i. Bukti pemasukan uang
 j. Bukti pengeluaran uang
k. Bukti penerimaan uang
l. Bukti pengeluaran barang
m. Faktor pesanan barang
n. Faktor penjualan barang
o. Buku agenda
p. Buku ekspedisi

3. Arsip Perkantoran
a. Surat masuk dan surat keluar
b. Bukti penjualan
c. Bukti piutang
d. Bukti kredit barang dan uang
e. Bukti pembelian barang
f. Bukti utang
g. Daftar para langganan
h. Daftar para pembeli
i. Daftar inventaris

Selain mengatur administrasi kantor, administrasi keuangan juga merupakan hal yang sangatpentung. Mengatur administrasi keuangan merupakan pedoman yang menunjukkan pemilihancara mengatur dan berhubungan dengan kegiatan-kegiatan peralatan administrasi keuangan.
Mengatur administrasi keuangan dilakukan untuk hal-hal berikut
1. Pencatatan dan Penataana. Pembelian, penjualan, dan pengarsipan faktur
b. Pencatatan pelaksana pembayaran produk
c. Pencatatan, pengurusan, dan pengaturan retur serta klaim
d. Pembiatan dan pencatatan nota atau faktur penjualan

2. Mengatur Peralatan dan Perlengkapan serta Persiapan
a. Buku kas
b. Buku pembelian
c. Buku penjualan
d. Buku produksi
e. Buku piutang
f. Buku voucer (buku untuk mencatat pembayaran utang)
g. Buku persediaan dagang


Seorang pengelola usaha perlu mengatur administrasi keuangan, diantaranya sebagai berikut :
a. Menyiapkan bukti yang lengkap sehubungan dengan penerimaan dan pengeluaran uang sesuaidengan ketentuan yang ditetapkan
b. Menerima dan menyimpan uang serta melaksanakan administrasinya
c. Menyusun laporan saldo kas
d. Meneliti kelengkapan kebenaran bukti-bukti pembukuan
e. Menata dan mengatur administrasi keuangan sesuai dengan prosedur dan sistem yangditetapkan berdasarkan bukti-bukti pembukuan
f. Menyimpan dan memelihara semua dokumen-dokumen bukti pembukuan secara teratur
g. Menyiapkan dan menata data-data keuangan berupa neraca dan perhitungan rugi/laba, lengkapdengan penjelasan dan lampiran-lampirannya.


Mengatur administrasi keuangan selalu berhubungan dengan catatan-catatan setiap adanyatransaksi jual beli atau catatan-catatan setiap adanya pengeluaran dan pemsaukan uang dalamkas.
 Diataranya catatan-catatan didalam pengaturan administrasi keuangan selalu berhubungandengan buku-buku berikut :
1. Buku jurnal terdiri atas:
a. Jurnal penjuala, dipergunakan untuk mencatat penjualan produk secara kredit
b. Jurnal pembelian, dipergunakan untuk mencatat pembelian produk secara kredit
c. Jurnal penerimaan kas, dipergumakamn untuk mencatat penrimaan uang kas
d. Jurnal pengeluaran kas, dipergunakan untuk mencatat semua semua pembayaran produk yanguangnya dibayar dari kas
e. Jurnal umum, dipergunakan untuk mencatat semua transaksi yang belum tercakup dalamkeempat jurnal diatas

2. Buku besar, dipergunakan untuk mencatat saldo awal keuangan perusahaan
3. Buku piutang, dipergunakan untuk mencatat piutang-piutang perusahaan
4. Buku utang, dipergunakan untuk mencatat utang-utang perusahaan.

Berikut adalah contoh beberapa buku harian yang bisa digunakan oleh perusahaab kecil, terdiriatas buku-buku berikut :
1. Buku Kas
2. Buku Bank
3. Buku Pembelian
4. Buku Penjualan
5. Buku Memorial











  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

akun akun akuntansi dalam bahasa inggris !

Berikut istilah-istilah sebagai informasi penambah pengetahuan :
A
• ACCOUNT = Perkiraan
• ACCOUNT RECEIVABLE = Piutang Dagang
• ACCOUNT FROM = Bentuk Perkiraan
• ACCOUNT NOT CURRENT = Pos-pos yang tidak lancar
• ACCOUNT PAYABLE = Hutang Lancar
• ACCOUNT PAYABLE LEDGER= Buku besar hutang
• ACCOUNT RECEIVABLE STATEMENT= Dartar piutang usaha
• Account Payable Subsidiary Ledger = Buku tambahan piutang
• ACCOUNTANT = Akuntan
• ACCOUNTANT FEE EXPENSE = Biaya akuntan
• ACCOUNTANT PUBLIC = Akuntan publik
• ACCOUNTING = Akuntasi
• ACCOUNTING ASSUMPTION = Asumsi akuntansi
• ACCOUNTING CYCLE = Sirklus akuntansi
• ACCOUNTING DATA = Data akuntansi
• ACCOUNTING DEPARTMENT = Departemen akuntansi
• ACCOUNTING EQUATION = Persaman akuntansi
• ACCOUNTING INCOME = Laba akuntansi
• ACCOUNTING INFORMATION = Informasi akuntansi
• ACCOUNTING INSTRUCTION = Intruksi akuntansi
• ACCOUNTING MANAGEMENT = Manajement akuntansi
• ACCOUNTING METHOD = Metode akuntansi
• ACCOUNTING PERIOD = Periode akuntansi
• ACCOUNTING PRINCIPLE = Akuntansi dasar
• ACCOUNTING PROCEDURE = Prosedur akuntansi
• ACCOUNTING RESPONSIBILITY = Akuntansi pertanggung jawaban
• ACCOUNTING SYSTEM = Sistem akuntansi
• ACCOUNTS INTER COMPANY = Rekening antar perusahan
• ACCRUED EXPENSE = Biaya yang akan di bayar
• ACCRUED EXPENSE PAYABLE = Beban terhutang
• ACCRUED PAYROLL PAYABLE = Utang gaji
• ACCRUED INTERS PAYABLE = Bunga terhutang
• ACCRUED REVENUE = Pendapatan yang akan diterima
• ACCRUED TAX PAYABLE = Hutang pajak
• ACCRUED WAGES PAYABLE = Upah terhutang
• ACCUMULATED DEPLETION = Akumulasi deplesi
• ACCUMULATED DEPRECIATION = Akumulasi penyusutan
• ACTUAL AMOUNT = Jumlah sesungguhnya
• ACTUAL COST ( arti islilahnya ) Biaya sesungguhnya
• ACTUAL FACTORY OVERHEAD = Beban overhead sesungguhnya
• ACTUAL LIABILITY=Hutang nyata
• ACTUAL PRICE= Harga sesungguhnya
• ACTUAL QUANTITY = Kwalitas sesungguhnya
• ADJUSTED BALANCE = Saldo setelah penyesuaian
• ADJUSTED TRIAL BALANCE = Neraca saldo penyesuaian
• ADJUSTING ENTRIES = Ayat jurnal penyesuaian
• ADDITIONAL COST ( istilahnya ) Biaya tambahan
• ADVANCE FROM CUSTOMER = Uang muka langganan
• ADVANCE ACCOUNTING = Akuntansi lanjutan
• ADVERTISING EXPENSE = Biaya iklan
• ADVERSE OPINION = Pendapatan tidak wajar
• Allowance for inventory decline to market = Cadangan penurunan nilai persediaan
• ALLOWANCE METHOD ( artinya ) Metode cadangan
• ALLOWANCE ACCOUNT = Perkiraan cadangan
• ALLOWANCE FOR BAD DEBT = Cadangan piutang tak tertagih
• ALLOWANCE FOR DOUBT FULL ACCOUNT = Cadangan pitang ragu-ragu
• ALLOWANCE FOR OVERVALUATION OF BRANCH MERCHANDISE = Cadangan kenaikan harga barang cabang
• AMORTIZATION = Penyusutan atas harta tak berwujud
• APPLIED FACTORY OVERHEAD COST = Biaya overhead yang dibebankan
• ANNUAL REPORT ( istilah ) Laporan tahunan
• ASSET ( istilah ) Harta
• ASSET APPROACH = Pendekatan aktifa
• ASSET ACCOUNT = Perkiranan harta
• AUDIT FEE = Pendapatan audit
• ASSUME = Asumsi
• AUDIT EXPENSE = Biaya audit
• AUDIT PROGRAMME = Program pemeriksaan
• AUDIT PROCESS = Proses pemeriksaan
• AUDIT PLANNING = Rencana pereiksaan
• AUDITOR ( islilahnya ) Pemerikasa keuangan
• AUDITING = Pemeriksaan keuangan
• AVERAGE METHOD = Metode rata-rata

B
• BALANCE SHEET ( arti istilahnya ) Neraca
• BALANCE PER BANK = Saldo menurut bank
• BALANCE PER BOOK = Saldo menurut buku
• BALANCE SHEET ACCOUNT = Perkiraan neraca
• BALANCE AMOUNT = keseimbangan jumlah
• BANK PAYABLE = Hutang bank
• BALANCE BEFORE LIQUIDATION = Saldo sebelum likuidasi
• BANK RECONCILIATION = Reconsiliasi bank
• BANK SERVICE CHARGE = Bedan administrasi bank
• BANK STATEMENT = Rekening koran
• BIN CARD ( artinya ) Kartu gudang
• BASIC FINANCIAL STATEMENT = Laporan keuangan pokok
• BEGINNING BALANCE = Saldo awal
• BETTERMENT = Perbaikan
• BOOK VALUE = Nilai buku
• BOOK VALUE OF ASSET = Nilai buku aktifa
• BOOK VALUE PER SHARE = Nilai buku per saham
• BRANCH ( istilah akuntansi ) Cabang
• BRANCH MERCHANDISE = Barang dagangan cabang
• BRANCH PROFIT = Keuntungan cabang
• BREAK EVENT = Pulang pokok
• BREAK EVEN PIONT = Titik pulang pokok
• BREAK EVEN SALES = Penjualan pulang pokok
• BUDGET ( arti istilahnya ) Anggaran
• BUDGET VARIANCE = Selisih anggaran
• BUDGET FLEXIBLE = Anggaran flexsibel
• BUDGET FIXED = Anggaran tetap
• BUDGET CYCLE = Siklus Anggaran
• BUDGET BALANCE SHEET = Anggaran neraca
• BY PRODUCT = Produksi sampingan
• BUILDING ( istilahnya ) Gedung
• BUSINESS ENTITY = Kesatuan usaha

C
• CAPITAL ( info intilah ) Modal
• CAPITAL STATEMENT = Laporan perubahan modal
• CAPITAL STOCK = Modal saham
• CASH = Kas
• CASH BUDGET = Anggaran kas
• CASH COUNT = Perhitungan kas
• CASH DISBURSEMENT JOURNAL = Jurnal pengeluaran kas
• CASH DISCOUNT = Potongan yang diberikan atas pembayaran tunai
• CASH FLOW ( info intilahnya ) Alur kas
• CASH FLOW CYCLE = Siklus alur kas
• CASH IN BANK = Kas dalam bank/kas di bank
• CASH ON HAND = Kas di tangan
• CASH IN TRANSIT = Kas dalam perjalanan
• CASH PAYMENT JOURNAL = Buku kas pengeluaran
• CASH RECEIPT JOURNAL = Buku kas penerimaan
• CASH SALES = Penjualan tunai
• CLOSING ENTRIES = Ayat jurnal penutup
• COST = Biaya
• COST ACCOUNTING = Akuntansi biaya
• COST OF GOODS AVAIBLE FOR SALES = Harga pokok barang tersedia untuk dijual
• COST OF GOODS MANUFACTURED = Harga pokok produksi
• COST OF GOODS SOLD = Harga pokok barang yang di jual (Harga Pokok Penjualan)
• CURRENCY = Mata uang
• CURRENCY ASSET = Harta lancar
• CURRENCY LIABILITIES = Hutang jangka pendek

D
• DEBIT NOTE = Nota debet
• DEBIT BALANCE = saldo debet
• DEDUCTION = Pengurangan
• DEFECTIVE GOODS = Produk rusak
• DEFERRED GROS PROFIT ON REALIZATION = Laba kotar yang belum direalisasikan
• DELIVERY EXPENSE = Biaya pengankutan
• DEPOSIT SLIP = Bukti setoran
• DEPRECIATION = Penyusutan
• DEPRECIATION EXPENSE = Biaya penusutan
• DETERMINING DEPRECIATION = Penetapan penyusutan
• DIRECT COSTING = Penetapan biaya langsung
• DIRECT DEPARTMENT OVERHEAD EXPENSE = Beban/biaya overhead departemen lansung
• DIRECT EXPENSE = Biaya langsung
• DIRECT LABOR COST BUTGET = Biaya anggaran buruh langsung
• DIRECT TAXES = Pajak langsung
• DIRECT WRITE OFF = Penghapusan langsung
• DISCOUNT = Potngan ( harga )
• DISSOLUTION = Pembubaran
• DIVIDEND STOCK = Deviden saham
• DOUBLE ENTRY SYSTEM = Sistem pembukuan berpasangan
• DRAFT ( info ) = Wesel
• DUE DATE = Tanggal jatuh tempo

E
• EARNED = Pendapatan
• EARNING AFTER INTEREST AND TAXES = Pendapatan sesudah bunga dan pajak
• EARNING AFTER TAX = Pendapatan sesudah pajak
• ECONOMIC LIFE = Umur ekomoni
• ECONOMIC ORDER QUANTITY = Jumlah pembelian optimal
• EMERGENCY WORKING CAPITAL = Modal kerja darurat
• EMPLOYEE EARNING STATEMENT = Laporan gaji karyawan
• END OF MONTH TRIAL BALANCE = Daftar saldo akhir bulan
• ENDING BALANCE = Saldo akhir
• ENDING INVENTORY = Persediaan akhir
• ENTERTAIMENT EXPENSE = Biaya entertain
• ENTRY = Ayat
• EQUIPMENT = Peralatan
• EQUITIES = Kekayaan
• EQUITY IH INCOME OF SUBSIDIARY COMPANY = Laba atas anak perusahaan
• ESTIMATE VALUE = Nilai taksir
• ESTIMATED GROSS PROVIT = Taksiran laba kotor
• EVIDENCE = Bukti-bukti
• EXCEPT = Pengecualian
• EXCESS OF COST OVER BOOK VALUE OF SUBSIDIARY INTEREST = Selisih lebih harga pokok di atas nilai buku
• EXCESS VALUE = Nilai lebih
• EXCHANGE RATE = Nilai tukar
• EXPECTED ACTUAL CAPACITY = Kapasitas yang sesungguhnya di harapkan
• EXPECTED RATE OF RETURN = Tingkat pengembalian yang diinginkan
• EXPIRED = Kadarluasa
• EXPENSE = Biaya
• EXTERNAL AUDIT = Pemeriksaan ekternal
• EXTRA ORDINARY GAIN = pembelajan yang luar biasa
• EXTRA ORDINARY LOSS = Kerugian yang luar biasa
• EXTRA ORDINARY REPAIRS = Perbaikan luar biasa
• EXTRA ORDINARY RETIREMENT = Penarikan aktiva sebab luar biasa

F
• Fiscal Year = Tahun pajak
• Fixed asset subsidiary ledge = Buku tambahan harta tetap
• Fixed asset turnover = Perputaran harta tetap
• Fixed capital asset = Modal kerja tetap
• Fixed cast = Biaya tetap
• Fixed efficency variance = Penyimpangan effisiensi yang tetap
• Fixed factory overhead = Overhead pabrik yang tetap
• Flexible budget = Anggaran yang berubah-ubah
• Floor = Batasan bawah
• Flow of cost = Aliran biaya
• Flow of document = Peredaran dokumen
• Flow of funds = Aliran dana
• Flow of work = Peredaran kerja
• Flowchart = Daftar aliran
• Fluctualing method = Metode fluktuasi
• Fluctuating fund = Dana berubah-ubah
• Foot note = Catatan kaki
• Forecast balance sheet = Ramalan neraca
• Forecast income statement = Taksiran rugi laba
• Form = Formulir
• Four collumn ccount = Jurnal empat kolom
• Fraud = kecurangan
• Freight in = Ongkos angkut pembelian
• Freight on material purchasas = Beban angkut pembelian bahan
• Freight out = Ongkos angkut penjualan
• Funds = Dana
• Funds statement = Laporan sumber dan pengunan dana
• Furniture & fixture = Peralatan
• Fusion = Penggabungan

G
• General Accounting = Aukuntansi Umum
• General Ledger = Buku besar
• General Journal = Jurnal umum
• General And Administrative Expense = Biaya umum dan administrasi
• General Examination = Pemeriksaan umum
• General Assigment = Penegasan umum
• Government financial = Keuangan penerintah
• Government accunting = Akuntansi pemerintah
• Gross Method = Metode Kotor
• Gross loss = Rugi kotor
• Gross Profit Laba kotor
• Gross Profit Analysist = Analisa laba kotor
• Gross provfi metho = Metode laba kotor
• Gross Profit on sales = Laba kotor atas penjualan
• Gross Working Capital = modal kerja kotor
• Group Code = Kode kelompok
• Go Publik Compony = Perusahan yang menjual saham ke masyarakat

H
• Heating and lighting expense = Biaya pemanasan dan penerangan
• Hidden Reserves = Cadangan rahasia
• Historical cost Accounting = Harga perolehan historis
• Historical cost = Biaya Historis
• Home office = kantor pusat
• Horizon Analyst = Analisa mendatar
• Human Resource Accounting = Akuntansi sumber daya manusia

I
• Income = laba
• Income After Tax = Laba sesudah pajak
• Income From Joint Venture = Laba usaha patungan
• Income From Operation = Laba usaha
• Income Sharing Agreement = Persetujuan penbagian laba
• Income Statement = Laporan rugi laba
• Income Statement Account = Pendekatan laba rugi
• Income Summary = iktiar rugi laba
• Incremental cost = Biaya tambahan
• Independent Auditor Report = Laporan pemeriksaan bebas
• Indirect Expense = Biaya tak langsung
• Indirect Departemental Expense = Biaya departemen tak langung
• Indirect factory cost = Biaya pabrik tak langsung
• Indirect Labor = Tenaga kerja tak langsung
• Inderect Material = Bahan baku tak langsung
• Indirect Operatiing Expense = Biaya usaha tak langsung
• Individual Priprietorship = perusahan perorangan
• Inflation = Inflansi
• Information = informasi
• Information System = Sistem informasi
• Initial Inventory = Persediaan awal
• Initial Audit = Pemeriksaan awal/pertama kali
• Input Tax = Pajak masukan
• Installation Cost = Biaya instalasi atau pemasangan
• Installment = Angguran atau cicilan
• Installment Contract Receivable = Piutang penjualan cicilan
• Installment Method = Metode cicilan
• Installment Payable = Hutang cicilan
• Installment Term Debt = Utang jangka menengah
• Insurance Expense General = Biaya asuransi unum
• Insurance expense selling = Biaya asuransi penjualan
• Intagible Asset = Aktiva tak berwujud
• Intangible Fixed Assets = Aktiva tetap tak berwujud
• Intercompany Loans = Pinjaman antar perusahan
• Interest = Bunga
• Interest Baering Note = Wesel berbunga
• Interest Expense = Biaya bunga
• Interest Factor = Faktor bunga
• Interest Income = Pendapatan bunga
• Interest ayable = Hutang bunga
• Interest Receivable = Piutang bunga
• Interim Statement = Laporan sementara
• Internal Audit = Pemeriksan Intern
• Internal Auditor = Pemeriksan internal
• Internal Control = Pengawasan internal
• Internal Control Questioary = Pertanyaan pengendalian Intern
• Internal Finacing = Pembiayan internal
• Inventory = Persediaan
• Inventory Balance = Saldo Persedian
• Inventory of Material = Persediaan Bahan Mentah
• Inventory Trun Over = Perputaran persediaan
• Inventory Valuation = Penilaian Persediaan
• Invesment In Fund = Investasi dalam dana
• Invesment In Bond = Investasi dalam obligasi
• Invesment In Joint Venture = Investasi dalam usaha patungan
• Invesment In Land = Investasi dalam bentuk tanah
• Invesment In life Insurance = Investasi dalam bentuk asuransi jiwa
• Invesment In Stock = Investasi saham
• Investor = Orang yang menanamkan modal
• Invoice = Faktur

J
• Job order cost = Biaya pesanan
• Job order cost sheet = Kartu biaya pesanan
• Job order cost system = Sistem biaya pesanan
• Job time ticket = Kartu jam kerja
• Joint cost = Biaya gabungan
• Joint cost of capital = Biaya penggunan modal bersama
• Joint product = Produksi gabungan
• Joint venture = Usaha patungan
• Joint venture books = buku-buku usaha patungan
• Journal = Buku harian
• Journal entry = Ayat-ayat jurnal
• Journalizing = menjurnal/ penjurnalan
• Judgment sample = Sampel pertimbangan

L
• Labor = Tenaga kerja
• Labor budget = Anggaran tenaga kerja
• Labor cost = biaya tenaga kerja
• Labor cost control = pengendalian biaya tenaga kerja
• Labor cost report = Laporan biaya tenaga kerja
• Labor efficiency ratio = Rasio effiensi tenaga kerja
• Labor efficiency stasndar = Standar effisinsi tenaga kerja
• Labor efficiency Variance = Selisih effiensi upah
• Labor Fringe benefit = Pendapatan yang diterima tenaga kerja
• Labor performance report = Laporan pelaksanan kerja
• labor rate variance = Penyimpangan tarif tenaga kerja
• Land = Tanah
• Land right = Hak atas tanah
• Last in first out ( LIFO ) = Masuk pertamakeluar pertama
• Lease = Sewa
• Lease agreement = Kontrak sewa guna
• Leaseing = Sewa guna
• Ledger = Buku besar
• Legal capital = Modal resmi
• Lessee = Pihak yang menyewakan guna barang
• Lessor = Pihak yang menyewa guna barang
• letter of comments = Surat komentar
• Letter of transmettal = Surat penyerangan
• Liabilities = Kewajiban
• Limited liabilty = Tanggung jawab terbatas
• Liquidating deviden = Deviden likiudasi
• liquidity = Kemampunan bayar hutang jangka pendek
• Long from report = Laporan akuntansi betuk panjang
• Long run proof = Pengecekan jangka panjang
• Long term debets = Utang jangka panjang
• long term debet to equity ratio = Rasio utang jangka panjang terhadap modal sendiri
• Long term investment = Investasi jangka panjang
• Long term liabilities = Hutang jangka panjang
• Loss = rugi
• loss from operation = Rugi usaha
• Loss on realization = Realisasi kerugian
• Loss on reduction of inventory = Rugi penurunan nilai persdiaan
• Loss on repossession = Rugi penarikan kembali
• loss on sale of invesment = Rugi penjualan investasi
• Loss on trade in = Rugi pertukaran
• Loss unit = Unit yang hilang
• Lower cost or market = Harga beli atau harga pasar yang lebih rendah
• Lumsump purchase = Pembelian secara bulat

M
• Machine = Mesin
• Maintenance Cost = Biaya pemeliharana
• Maintenance Departement Butget = Anggaran departeman pemeliharan
• Maintenance Expense = Biaya pemeliharan
• Management Accounting = Akuntansi manjemen
• Management Advisory Service = Pelayanan Konsultasi perusahan
• Management Audit = Pemeriksaan manajemen
• Management By Exception = Manjemen dengan pengecualian
• Manufacturer = Pabrikan
• Manufacturing Company = Perusahan pabrikan
• Manufacturing Cost = Biaya pabrikasi
• Manufacturing Overhead = Overhead pabrik
• Markdown cancellation = Pembatalan penurunan harga
• Market Rate = Harga pasar
• market Value = Harga pasar
• Market Value At Split Off = Harga jual pada titik pisah
• Market Value Of Rights = Harga jual hak beli saham
• Market Value Of Stock Ex Right = Harga pasar saham tampa hak beli saham
• Marketable securities = surat berharga
• Marketing = Pemasaran
• Marketing Department = Departemen pemasaran
• Marketing Expense = Biaya pemasaran
• Markup Cancellation = Pembatalan kenaikan harga
• Matching Cost With revenue = Penetapan pendapatan dan biaya
• Material = Bahan baku
• Material Account = Perkiraan bahan baku
• Material in Control = pengendalian bahan baku
• Material in Process = Bahan baku dalam proses
• Material ledger = Buku besar bahan baku
• Material Ledger Card = Kartu bahan baku
• Material Mix Variance = Selisih komposisi bahan
• Material Price variance = Penyimpangan harga bahan baku
• Material Usage prince Variance = Sesilsih harga pemakainan bahan
• Material Yield Variance = Selisih hasil bahan
• Material Requisition = Permintaan bahan baku
• Medical Expense = Biaya pengobatan
• Merchandise Inventory = Persediaan barang dagangan
• Merchandise Inventory Turnover = Perputaran persedian barang dagangan
• Merchandise Shipment on Consigment = Pengiriman barang konsinyasi
• Merchandise Company = Perusahan Dagang
• Mixed Account = Rekening campuran
• Mixed Opinion = Pendapat Campuran
• Mortgage Bond = Obligasi Hipotik
• Mortgage Payable = Hutang hipotik
• Moving Average = Rata rata bergerak

N
• National Association of Accounting = Asosiasi akuntan nasional
• Natural Bussiness year = Tahun bisnis alami
• Negative Assurance = Jaminan negatif
• Net Asset = Aktifa bersih
• Net earning =Pendapatan bersih
• Net Income = Keuntungan bersih
• Net Income After Tax = Keuntungan bersih setelah pajak
• Net Loss = Kerugian bersih
• Net Method = Metode Bersih
• Net Profit = Laba bersih
• Net Purchase = Pembelian bersih
• Net Realizable Value = Nilai bersih yang dapat direalisasikan
• Net Sales = Penjualan bersih
• Net Worth = Kekayan bersih
• Nominal Accounts = Perkiraan nominal
• Nominal Value = Nilai nominal
• Normal Balance= istilah = Saldo normal
• Not Sufficient Fund = Dana tidak mencukupi
• Note Payable = Wesel bayar
• Note Receivable = Wesel tagih
• Note of Financial Statement = Catatan atas laporan keuangan
• Notice of Employment = Surat perjanjian kerja.

O
• Observation of Inventory = Pengamatan persediaan
• Observation Of Inventory Taking = Pengamatan perhitungan persediaan
• Occupancy Cost = Biaya pendiaman atau penetapan
• Office Equipment = Peralatan kantor
• Office Salaries Expense = Biaya gaji bagian kantor
• Office Supplies = perlengkapan kantor
• Office Supplies Expense = Biaya perlengkapan kantor
• One Time Voucher procedure = Prosedur pembuatan voucher sekaligus
• One Write System = Sistem sekali tulis
• Open Item Statement = surat pernyatan elemen-elemen terbuka
• Operating Assets = Akifa atau modal oprasi
• Operating Expense = Biaya usaha
• Operating Sales Budget = Anggaran operasional penjualan
• Operating Transaction = Transaksi operasional
• Opinion = Pendapat
• Opportunity Cost = Biaya kesempataan
• Ordering Cost = Biaya Pesanan
• Ordinary Repair = Reperasi luar biasa
• Organization Chart = Stuktur Ogranisasi
• Other General Expense = Biaya umum lainya
• Other Longterm Liabilities = Hutang jangka panjang lainnya
• Out Of Pocket Cost = Biaya kantong sendiri
• Out Tax = Pajak keluaran
• Outlay = Pengeluaran
• Outstanding check = Cek beredar
• Out standing Stock = Saham yang beredar
• Over Time = Lembur
• Over All Cost Of Capital = Biaya penggunan modal Rata-rata
• Over Applied Factory Overhead = Kelebihan aplikasi overhead pabrik
• Over draft = Kelebihan penarikan
• Over Stated = Terlalu tinggi
• Owners Equity = Modal pemilik
• Onnership Right = Hak pemilik perusahan.

P
• Partner in Charge = Partner utama
• Partnership =Persekutuan
• Payable = Hutang
• Payable to Defaulting Sub souder = Hutang kepada pemesanan saham
• Payment = pembayaran
• Percentage Depletion = Deplesi persentase
• Perferred St0ck holder = Pemegang saham istimewa
• Performence Report = Laporan pelaksanaan
• Premium =Agio
• Premium of Prepered Stock = agio Saham preferen
• Premium on Bonds Payable = Agio olbigasi
• Premium on stock = Agoi saham
• Prepaid Advertising = Iklan dibayar dimuka
• Prepaid expense = Biaya dibayar dimuka
• Prepaid Insurance = Asuransi dibayar dimuka
• prepaid Transportation = Transportation sewa dibayar dimuka
• Prepayment = pembayaran dimuka
• Price Index = Indek harga
• Primary working capital = Modal kerja perimer
• Process Cost = Biaya proses
• Profssional Fess = pendapatan profesional
• Profit = laba
• Proforma = Proyeksi
• Progress Billing to Costomer = harga kontrak yang difakturkan
• Property = Kekayan
• Property Tax = Pajak keayaan
• Purchase = pembelian
• Purchase Discount = Potongan pembelian
• Purchase Invoice = Faktur pembelian
• Purchase journal = Buku harian pembelian
• Purchase Method = Metode pembelian
• Purchase order =Pesanan pembelian
• Purchase Requistion = Permintaan pembelian

Q
• Qualified Opinion = Pendapat wajar tanpa syarat
• Quick Ratio = Ratio aktiva tunai

R
• R & D Cost = Biaya riset dan pengembangan
• Rate of Return = Tingkat pengembalian
• Rate of Return on Net Worth = Rentabilitas modal sendiri
• Ratio Analysist = analsa ratio
• Ratio of Plant Asset to Long term Liability = Perbandingan harga tetap dengan hutang jangka panjang.
• Raw Material = Bahan mentah
• Raw Material Investory = Persedianan bahan mentah
• Raw Material Price Variance = Penyimpangan harga bahan mentah
• Realized Gross profit On Installment Sales = Realiasai laba kotor
• Re Arrangement = penyusunan kembali
• Receivable = Piutang
• Receivable Collection Budget =Budget pengumpulan piutang
• Receivable Trun Over = Perputaran piutang
• Receivable Write Off = Penghapusan piutang
• Receiving Account = Laporan penerimaan barang
• Reciprocal Account = Perkiraan berlawanan
• Recovable From Insurance Companies = Piutang kepada asuransi
• Redemption of bound = Penghentian obligasi
• Redemption value = Nilai penarikan
• Refference = Petunjuk
• Registered Bonds = Daftar obligasi
• Related Partty transaction = Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan yang istimewa
• Reliability = Dapat dipercaya
• Rent Earned = Pendapatan sewa
• Rent Income = Pendapatan sewa
• Re Odrder Point = Titik pesanan kembali
• Repair And Maintenance Expense = Biaya perbaikan dan pemeliharan
• Repeat Audit = Pemeriksaan yang berulang
• Replacement Cost = Nilai ganti
• Report = Laporan
• Report Form = Formulir laporan
• Report Frorm Balance Sheet = Neraca bentuk laporan
• Representative Letter Client = Surat pernyatan pelayanan
• Required Rate of Return = Tingkat pengembalian yang di inginkan
• Resaerch and Development Budget Reserve = Anggaran riset dan pengembangan cadangan
• Residual Value = Nilai sisa
• Responsibility Accounting = Akuntansi pertanggung jawaban
• Responsibility Center = Pusat pertanggung jawaban
• Responsibility Reporting Restated = Laporan pertnggung jawaban disajikan kembali
• Restrition of Diveden = Pembatasan deviden
• Retail Lifo Inventory Method = Metode harga eceran
• Retail Merchandsing = barang dagangan dijual dengan eceran
• Retail Method = Metode eceran
• Retained Earning = Laba yang ditahan
• Retained Earning Statement = Laporan laba yang ditahan
• Retirement of Bonds = Penarikan obligasi
• Return On Invesment = Tingkat pengembalian Investasi
• Revaluation = Penerikan kembali
• Revennue = Pendapatan
• Revenue Center = Pusat penghasi laba
• Revenue Expenditure = Pengeluaran pendapatan
• Revenue Recognition = Pengakuan pendapatan
• Reversing Entries = Ayat jurnal pembalik
• Riel Material Invetory Turnover = Perputaran persediaan bahan baku.

S
• Sefety Stock = Persediaan bersih
• Safe Harbor Rule = Aturan perlindungan
• Saleries Allowance = Tunjangan gaji
• Salary Expense = Beban gaji
• Sale On Account = Penjualan kredit
• Sales = Penjualan
• Sales Budget = Anggran penjualan
• Sales Discount = Potongan penjualan
• Sales Invoice = Faktur penjualan
• Sales Journal = Buku harian penjualan
• Sales Mix Variance = Selesih komposisi
• Sales order = Order penjualan
• Sales Return = Retur penjualan
• Sales Salaries Expense = Biaya gaji bagian penjualan
• Sale Salaries Payable = Hutang gaji bagian penjualan
• Sales Tax = Pajak penjualan
• Salvage value = Nilai sisa
• Sample Risk = Resiko penarikan contoh
• Schedule Of Account Payable = Daftar hutang
• Schedule Of Account Receivable = Daftar piutang
• Schedule Of Factory overhead = Daftar overhead pabrik
• Scrap Value = Nilai barang sisa
• Seasonal Working Capital = Modal kerja musiman
• Secured Bond = Obligasi yang dijamin
• Selling Expense = Biaya penjualan
• Semifixed Cost = Biaya semi tetap
• Separable Cost = Biaya tambahan
• Separation Report = Laporan pemberhentian
• Service Firm = Perusahan Jasa
• Set Up Cost = Biaya Pesanan
• Share holder = Pemegang saham
• Shipment On Installment sales = Pengiriman barang cicilan
• Short Form Report = Laporan akuntansi bentuk pendek
• Shut Down Point = Titik penutupan usaha
• Significant = Penting cukup berarti
• Simple Average Of Cost = Metode rata-rata sederhana
• Single Bookkeeping = Tata buku tunggal
• Single entery System = Sistem Pembukuan tunggal
• Single step = Langkah tunggal
• Sinking Fund = Dana pelunasan / dana pembayaran
• Slush Fund = Dana taktis
• Social Benefit = Manfaat sosial
• Sole Proprietorship = Persahan perseorangan
• Sound Value = Nilai sehat
• Special Journal = Jurnal khusus
• Specified Order Of Closing =Metode urutan alokasi yang diatur
• Spoilage = Produksi cacat
• Spoiled Goods = Pruduk cacat
• Standar of Reporting = Norma pelaporan pemeriksaan
• Statement By Director = Surat pernyatanan langanan
• Statement Of Changes Financial Position = Laporan perubahan dalam posisi keuangan
• Statement Of Changes In Working Capital = Laporan perubahan modal kerja
• Statement Of Cost Of Goods Manufacture = Laporan harga pokok produksi
• Statement of Finantial Posisition = Laporan posisi keuangan
• Statement Of Owners Capital = Laporan perubahan modal
• Statement Of Retained Earning = Laporan laba yang ditahan
• Statement Of Source And Application Of Fund = Laporan sumber dan penggunaan dana
• Step Method = Metode alokasi bertahap
• Stock Outstanding = Pertukaran saham
• Stock Redemption Fund = Laba yang dibagikan dalam bentuk saham
• Stock Right = pemegang saham
• Stock Rigth Outstanding = Rapat pemegang saham
• Stock Convertion = Dana penarikan saham
• Stock Holder Meeting = Rapat pemegang saham
• Stock Subcription = Saham yang dipesan
• Stock Warrant = Surat hak beli saham
• Storage Cost = Biaya penyimpanan
• Store Salaries Expense = Beban gaji toko
• Straight Line Method = Metode garis lurus
• Subsidiary ledger = Buku tambah
• Sunk cost = Biaya tersembunyi
• Supplementary information S= Penjelasan tambahan
• Supplies = pelengkapan
• Supplies Expense = Biaya perlengkapan
• Surplus = Kelebihan
• Supporting Schedule = Daftar tambahan

T
• T Account = Perkiraan bentuk T
• Tangible Asset = Harta berwujud
• Tangible Fixed Asset = Aktiva tetap berwujud
• Tax Acoounting = Akuntansi perpajakan
• Tax Deduction = Pengurangan Pajak
• Tax Invoice = Faktur pajak
• Tax Return Statement = Surat pemberitahuan pajak
• Taxable Firm = Pengusaha kena pajak
• Taxable Income = Pendapatan kena pajak
• Taxes Expense = Biaya pajak
• Taxes Holiday = Pembebasan pajak
• Taxes payable = Hutang pajak
• Taxes Rate = Tarif pajak
• Taxes Return = Pajak yang dikembalikan
• Temporary Investment = Investasi sementara
• Temporary Proprietorship = Perkiraan pemilikan sementara
• Tender Offer = Penawaran dagang
• Term Compliance = UJi ketaatan
• The old & New Balance Proof = Pengecekan saldo awal dan akhir
• Theoritical Capacity = Kapasitas secara teoritis
• Three Variance Method = Metode tiga penyimpangan
• Tickmarks = Tanda pemeriksaan
• Time Value of Money = Nilai waktu dari pada uang
• Timing Diffrence = Perbedaan waktu
• To Compare = Membandingkan
• To Trace = Menelusuri
• Total Asset Turn Over = Perputaran total harta
• Total Asset To Debts Ratio = Ratio aktifa terhadap utang
• Tracks = Taksiran
• Trade Discounts = Potongan perdagangan
• Trande In = Tukar tambah
• Trade Mark = Merk Dagang
• Traveling Expense = Biaya perjalan
• Treasurer = Pejabat keuangan
• Treasury Bill = Surat hutang jangka panjang
• Treasury Departement = Departemen keuangan
• Trent Analyst = Analysa pengembangan dari waktu ke waktu
• Trial Balance = Neraca saldo
• Trouble Debt Restructuring = Penataan kembali utang yang macet
• Trust Fund = Dana perwakilan
• Turn Over = Perputaran
• Two bin System = Sistem dua bin
• Two collumn Account = Perkiraan dua kolom
• Two collumn Journal = Dua kolom jurnal
• Two Variance Method = Metode dua penyimpangan

U
• Unadjusted Trial Balance : Neraca percobaan yang belum disesuaikan
• Unearned Income : Sewa diterima dimuka
• Uncertainties : Ketidak pastian
• Uncollectible Account : Beban penghapusan puitang
• Uncollectible Account Receivable : Beban penghapusan piutang
• Under Applied Overhead : Overhead yang dibebankan terlalu rendah
• Unearned Revenue : Pendapatan diterima dimuka
• Unemployment Tax : Pajak pengurangan
• Unexpired : Belum kadaluwarsa
• Unfavorable Variance : Selisih merugikan
• Uniformity : Keseragaman
• Unissued Capital stock : Modal saham yang belum beredar
• Unit Cost : Harga perunit
• Unit Equivalent : Unit setara
• Unit Of Output Depreciation : Penyusutan dengan jumlah unut keluaran
• Unit Product Cost : Biaya unit produksi
• Unit Profit Graph : Grafik laba perunit
• Unit Still In Process : Unit dalam Proses
• Unlimited Liabilities : Kewajiban tak terbatas
• Unqualied Opinion : Pendapatan Wajar
• Unvoidable Cost : Biaya yang terhindarkan
• Useful Life : Masa Pengunaan

V
• Valuation Account : Perkiraan pernilaian
• Value : Nilai
• Value Added : Nilai tambah
• Value Added Tax : Pajak Pertambahan Nilai
• Value In Use : Nilai pengurangan
• Variable Cost : Biaya variabel
• Variable Cost Ratio : Rasio biaya Variabel
• Variable Efficiency Variance : Penyimpangan effisiensi biaya variabel
• Variance Analysist : Analisa selisih
• Variance Analysist Report : Laporan analisa penyimpangan
• Verability : Daya uji
• Vertical Analysist : Analisa Vertical
• Volume Variance : Penyimpangan dalam isi
• Vouching : Biaya upah
• Voucher Register : Pemeriksaan dokumen dasar
• Voucher : Dokumen
• Voluntary Contribution : Simpanan sukarela

W
• Working Capital : Modal kerja
• Working In Process : Barang dalam proses
• Working In Process Inventory : Persediaan barang dalam proses
• Wages Expense : Pemeriksaan dokumen dasar
• Wages Rate : Biaya upah
• Wages And Taxes Statement : Laporan upah dan pajak
• Working Paper For Consolidated Balance Sheet : Neraca lajur untuk neraca konsolidasi
• Weighted Average : Metode rata-rata terimbang
• Weighted Average Method : Metode rata-rata terimbang
• working sheet : Neraca Lajur
• Working Paper : Kertas kerja
• Write Off : Dihapuskan
• Write Off Method : Metode penghapusan

Y
• Yield = Metode penghapusan
• Yield Variance = Penyimpangan hasil

Z
• Zero Base Budgeting = Penganggaran atas dasar nol
SISTEM-AKUNTANSI

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS