BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Tidak ada perusahaan yang dapat menang jika produk dan
jasanya tampak seperti semua produk dan penawaran lain. Sebagai bagian proses
manajemen merek strategis, setiap penawaran harus mempresentasikan ide besar
yang menarik dan meyakinkan di dalam pikiran pasar sasaran.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana
perusahaan dapat memilih dan mengomunikasikan positioning yang efektif di pasar ?
2.
Bagaimana merek
didiferensiasikan ?
3.
Apa strategi
pemasaran yang cocok pada setiap tahap siklus hidup produk ?
4.
Apa implikasi
evolusi pasar bagi strategi pemasaran ?
1.3 Tujuan
Penulisan
1.
Untuk mengetahui
bagaimana perusahaan dapat memilih dan mengomunikasikan positioning yang efektif di pasar
2.
Untuk mengetahui bagaimana merek
didiferensiasikan
3.
Untuk mengetahui
apa strategi pemasaran yang cocok pada
setiap tahap siklus hidup produk
4.
Untuk mengetahui
apa implikasi evolusi pasar bagi strategi pemasaran
5.
Untuk memenuhi
tugas pada mata kuliah Manajemen Pemasaran
BAB II
ISI
MEMBENTUK
POSITIONING MEREK
2.1 Mangembangkan
dan Mengkomunikasikan Strategi Positoning (Pemosisian)
Semua stategi pemasaran dibuat
berdasarkan STP ( segmentasi, penentuan sasaran (targeting), dan positioning).
Perusahaan menemukan beragam kebutuhan dan kelompok di pasar, membidik mana
yang dapat dipenuhi oleh perusahaan secara superior,dan kemudian memposisikan
penawarannya agar pasar sasaran mengenali kelebihan dari penawaran dan citra
perusahaan. Jika perusahaan melakukan positioning dengan buruk, pasar akan
bingung.
Positioning adalah tindakan
merancang penawaran dan citra perusahaan agar mendapatkan tempat khusus dalam
pikiran pasar sasaran. Tujuannya adalah menempatkan merek dalam pikiran
konsumen untuk memaksimalkan manfaat potensial bagi perusahaan. Positioning merek yang baik membantu
memandu strategi pemasaran dengan cara memperjelas esensi merek, tujua apa yang
dapat diraih pelanggan dengan bantuan merek, dan bagaimana menjalankannya
secara unik. Semua orang dalam organisasi harus memahami positioning merek dan menggunakannya sebagai konteks untuk membuat
keputusan.
Hasil positioning adalah terciptanya dengan sukses suatu proposisi nilai
yang terfokus pada pelanggan, suatu alasan kuat mengapa pasar sasaran harus
membeli produk bersangkutan.
2.1.1 Kerangka Referensi Kompetitif
Satu titik
awal dalam mendefinisikan kerangka referensi yang kompetitif untuk suatu
positioning merek adalah menentukan keanggotaan kategori (category membership)-
produk atau sekumpulan prodik dengan mana suatu merek bersaing dan yang
berfungsi sebagai pengganti dekat.
Secara
khusus, memutuskan untuk menbidik jenis konsumen tertentu dapat mendefinisikan
sifat persaingan, karena perussahaan tertentu telah memutuskan untuk membidik
segmen itu di masa lalu (atau berencana melakukannya di masa depan), atau
karena karena konsumen dalam segmen itu mungkin sudah melihat produk atau merek
tertentu dalam keputusan pembelian mereka. Untuk menentukan kerangka referensi
kompetitif yang teapt, pemasar harus memahami perilaku konsumen dan
pertimbangan yang digunakan sekelompok konsumen dalam membuat pilihan merek. Di
inggris, misalnya, Automobile Association memposisikan dirinya sendiri sebagai
“ layanan darurat ” keempat—bersama dengan polisi, pemadam kebakaran, dan
ambulans—untuk mengekspresikan kredibilitas dan urgensi yang lebih besar.
2.1.2
Titik
Perbedaan (POD) dan Titik Paritas (POP)
Setelah
pemasar menetapkan kerangka referensi kompetitif untuk positioning dengan
mendefiisikan pasar sasaran pelanggan dan sifat persaingan,mereka dapat
mendefinisikan asosiasi titik perbedaan dan asosiasi titik paritas yang tepat.
1. Titik
Pebedaan
Titik
perbedaan (pont-of-difference,POD)
adalah atribut atau manfaat yang secara kuat diasosiasikan konsumen dengan
suatu merek, dinilai positif, dan diyakini tidak dapat ditemukan kesamaannya
pada merek pesaing. Asosiasi-asosiasi yang membentuk titik perbedaan bisa
didasarkan hamper pada semua jenis atribut atau manfaat. Misalnya Apple
(desain), Nike (kinerja) dan Lexus (kualitas). Menciptakan asosiasi yang kuat,
menguntungkan, dan unik merupakan suatu tantangan yang riil , tetapi penting
ditinjau dari positioning merek kompetitif.
2.
Titik
Paritas
Titik
paritas (point-of-parity, POP),
sebaliknya, adalah asosiasi-asosiasi yang tidak mesti unik untuk merek tetapi
dapat dimiliki bersama dengan merek lain. Jenis asosiasi ini mempunyai dua
dasar bentuk: kategori dan kompetitif.
a.
Titik
paritas kategori adalah sosiasi – asosiasi yang dipandang esensial
oleh konsumen untuk suatu penawaran yang sah dan kredibel dalam kategori produk
atau jasa tertentu.
b.
Titik paritas kompetitif adalah
asosiasi yang dirancang untuk menegasikan titik perbedaan pesaing.
c.
Perbandingan
titik paritas dan titik perbedaan, agar penawaran dapat mencapai
titik paritas (POP) pada atribut atau manfaat tertentu, harus ada cukup banyak
konsumen yang meyakini bahwa merek itu “cukup baik” pada dimensi itu. Ada zona
atau kisaran toleransi atau penerimaan titik paritas. Secara harfiah,merek
tidak harus terlihat sama dengan pesaing, tetapi konsumen harus merasa bahwa
merek cukup berhasil dalam atribut atau manfaat tertentu.
2.1.3
Menetapkan
Keanggotaan Kategori
Pemasar
harus memberitahu konsumen tentang keangotaan kategori suatu merek. Mungkin
situasi yang paling jelas adalah peluncuran produk-produk, terutama ketika
identifikasi kategori itu sendiri tidak jelas. Ada juga situasi di mana
konsumen mengetahui keanggotaan kategori merek, tetapi mungkin tidak yakin
bahwa merek itu merupakan anggota sah kategori tersebut.
Merek
kadang-kadang diafiliasikan dengan kategori-kategori di mana mereka itu tidak
menjadi anggotanya. Pendekatan ini merupakan satu cara untuk menekankan titik
perbedaan merek, sehingga konsumen mengetahui keanggotaan actual merek.
Pendekatan umum
terhadap pesitioning adalah memberitahu konsumen tentang keanggotaan merek
sebelum menyatakan titik perbedaan. Diasumsikan sebelumnya, konsumen harus tahu
apakah produk itu dan apa fungsi yang dilayaninya sebelum memutuskan apkah
fungsi itu mendominasi merek terhadap pesaingnya.
1. Positioning tumpang tindih
Mekipun
positioning tumpang tindih sering kali menarik sebagai sarana menyatukan tujuan
konsumen yang berpotensi konflik dan menciptakan solusi “terbaik untuk kedua
pihak”, positioning ini juga mengandung masalah ekstra.
2. Mengomunikasikan
keanggotaan kategori
Ada 3 cara
untuk mengepresikan keanggotaan kategori dari suatu merek :
a. Mengumumkan manfaat kategori
Untuk
meyakinkan konsumen kembali bahwa merek akan menghantarkan alas an dasar bagi
penggunaan kategori, pemasar sering kali menggunakan manfaat untuk mengumumkan
keanggotaan kategori.
b. Membandingkan
dengan contoh
Merek
terkenal dan penting dalam sebuah kategori juga dapat membantu merek
menspesifikasikan keanggotaan kategorinya.
c. Bergantung pada penggambar produk
Penggambar
produk yang mengikuti nama sering kali menjadi sarana singkat untuk
mengekspresikan asal usul kategori.
2.1.4
Memilih POP
dan POD
Titik paritas digerakkan oleh
kebutuhan anggotaan kategori (untuk menciptakan kategori POP) dan kebutuhan
menghilangkan POD pesaing (untuk menciptakan POP kompetitif). Selain perbedaan,
dua pertimbangan penting lainnya dalam memilih titik perbedaan adalah bahwa
konsumen menginkan POD dan bahwa perusahaan mempunyai kapabilitas untuk
menghantarkannya.
Pemasar
harus memutuskan pada tingkat apa pemasar akan menetapkan titik perbedaan
merek. Pada tingkat terendah, ada atribut merek, pada tingkat berikutnya
manfaat merek, dan pada tingkat atas ada nilai merek.
2.1.5
Menciptakan
POP (Titik Paritas) dan POD (Titik Perbedaan)
Salah satu kesulitan umum dalam
menciptakan positioning merek yang kuat dan kompetitif adalah bahwa banyak
atribut dan manfaat yang membentuk titik parintas dan titik perbedaan
berkolerasi negative. Misalnya, mungkin sulit untuk memposisikan merek sebagai
merek yang “murah “ dan pada saat yang sama menyatakan bahwa merek itu
mempunyai” kualitas tertinggi.”
Sayangnya , konsumen umumnya ingin
memaksimalkan baik atribut maupun manfaat yang berkolerasi negatif. Sebagiann
besar seni dan ilmu permasaran berhubungan dengan trade off, dan begitu juga
dengan positioning. Pedekatan terbaik jelas adalah mengembangkan produk atau
jasa yang bekerja dengan baik pada dua dimensi tersebut. Beberapa pemasar yang menerapkan
pendekatan lain untuk trade off atribut atau manfaat : meluncurkan dua kampaye
pemasaran yang berbeda, masing-masing ditujukan kepada atribut atau manfaat
merek yang berbeda dan bahkan berusaha meyaknkan bahwa hubungan yang tampaknya
negatif antara atribut dan manfaat.
2.2 Strategi Diferensiasi
Keunggulan
Kompetitif (competitive advantages)
adalah kemampuan peruasahaan untuk bekerja dalam satu atau lebih cara yang
tidak dapat atau tidak akan di samai oleh pesaing. Kelebihan yang dapat
mengangkat adalah kelebihan yang di gunakan perusahaan sebagai papan lontar
untuk keunggulan baru, seperti Microsoft yang mengangkat sistem operasinya
Microsoft Office dan kemudian ke aplikasi jaringan.
Diantara
banyak dimensi yang dapat di gunakan perusahaan untuk mendiferensiasikan
penawaran pasarnya :
1.
Diferensiasi Personel. Perusahaan
bisa mempekerjakan karyawan yang lebih terlatih.
2.
Diferensiasi Saluran. Perusahaan
dapat merancang cakupan, keahlian, dan kinerja saluran distribusi mereka secara
lebih efektif dan efisien.
3.
Diferensiasi Citra (Image). Perusahaan
dapat mengukur citra yang kuat dan menarik.
2.3 Strategi Pemasaran yang sesuai Siklus Hidup
Produk
Positioning
dan strategi diferensiasi perusahaan harus berubah seiring dengan berubahnya
produk, pasar, dan pesaing, berubah sepanjang siklus hidup produk (Product Life
Cycle,PLC). Dengan mengatakan bahwa sebuah produk mempunyai siklus hidup, kita
berarti mengatakan tentang empat hal berikut:
1.
Produk mempunyai usia yang terbatas
2. Penjualan
produk melalui tahap-tahap yang berbeda , setiap tahap mempunyai tantangan,
peluang, dan masalah yang berbeda bagi penjual.
3.
Laba naik dan turun pada berbagai tahap siklus hidup
produk .
4. Produk
memerlukan strategi pemasaran, keuangan , manufaktur, pembelian dan sumber daya
manusia yang berbeda dalam setiap tahap siklus hidup.
2.3.1 Siklus
Hidup Produk
Sebagian besar siklus hidup produk di
gambarkan dalam kurva bel. Kurva ini umumnya dibagi dalam 4 tahap : pengenalan,
pertumbuhan, kedewasaan, dan penurunan.
1.
Pengenalan-- Periode
pertumbuhan penjualan lambat ketika produk di perkenalkan di pasar. Tidak ada
laba karena pengeluaran yang besar untuk pengenaan produk.
2. Pertumbuhan-- Periode penerimaan pasar yang
cepat dan peningkatan laba yang substansial.
3. Kedewasaan-- Periode pertumbuhan penjualan
karena produk telah diterima oleh sebagian besar pembeli potensial. Laba stabil
atau turun karena persingan meningkat.
4.
Penurunan-- Penjualan memperlihatkan penurunan dan laba
terkikis.
2.3.2
Siklus Hidup
Gaya, Mode,dan Fad
Kita harus membedakan tiga kategori
khusus siklus hidup produk- Gaya, Mode dan Fad. Gaya adalah jenis ekspresi dasar dan berbeda yang muncul dalam
bidang usaha manusia. Gaya muncul di bidang perumahan (kolonial, peternakan,
Cape code) pakaian (formal, santai, funky) dan seni (realis, surealis,
abstrak). Mode adalah gaya yang
popular atau yang diterima saat ini pada bidang tertentu . Mode melalui empat
tahap: perbedaan, emulasi, mode massal, dan penurunan.
Fad
adalah mode yang cepat di lihat masyarakat, diadopsi, dengan antusiasme
besar, cepat mencapai puncak, dan menurun dengan sangat cepat. Siklus
penerimaan mereka memang pendek, dan hanya menarik pengikut terbatas yang
mencari kesenengan atau ingin membedakan diri mereka sendiri dan orang lain.
Fad gagal bertahan karena biasanya fad tidak memuaskan kebutuhan yang kuat.
Pemenang pemasaran adalah mereka mengenal fad lebih awal dan meningkatkannya
menjadi produk dengan kekuatan untuk bertahan.
2.3.3
Strategi
Pemasaran: Tahap Pengenalan dan Keunggulan Pelopor
Karena
diperlukan waktu untuk menghasilkan produk baru, mengatasi masalah teknis,
mengisi saluran penyalur, dan mendapatkan penerimaaan konsumen, pertumbuhan
penjualan cenderung lambat dalam tahap pengenalan
Perusahaan
yang merencanakan untuk memperkenalkan sebuah produk baru harus memutuskan
kapan mereka memasuki pasar. Menjadi perusahaan pertama yang memasuki pasar
dapat memberikan imbalan, tetapi juga berisiko dan mahal. Perusahaan dapat
masuk belakangan jika perusahaan dapat membawa teknologi, kualitas, atau
kekuatan merek yang lebih unggul.
Mempercepat
waktu inovasi penting di zaman di mana siklus hidup produk semakin pendek.
Menjadi pelopor terbukti tidak merugikan. Apa sumber keunggulan pelopor ? Pengadopsi awal akan mengingat nama pelopor
jika produk itu memuaskan mereka. Merek pelopor juga menetapkan atribut yang
harus dimiliki kelas produk.
2.3.4
Strategi
Pemasaran : Tahap Pertumbuhan
Tahap pertumbuhan ditandai dengan
peningkatan pesat dalam penjualan. Pengadopsi awal menyukai produk, dan
konsumen selanjutnya membelinya. Pesaing baru masuk, tertarik oleh peluang.
Mereka memperkenalkan fitur produk baru dan memperluas distribusi.
Selama tahap pertumbuhan, perusahaan
menggunakan beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang
pesat:
1. Perusahaan
memperbaiki kualitas produk dan menambah fitur produk baru serta memperbaiki
gaya.
2. Perusahaan
menambah model baru dan produk petarung / flanker (misalnya, produk dengan
ukuran, rasa , dan hal lain yang berbeda yang melindungi produk utama ).
3. Perusahaan
memasuki segmen pasar baru.
4. Perusahaan
meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi baru.
5. Perusahaan
beralih dari iklan kesadaran produk ke iklan preferensi produk.
6. Perusahaan
menurunkan harga untuk menarik lapisan pembeli berikutnya yang sensitif
terhadap harga.
2.3.5
Strategi
Pemasaran: Tahap Kedewasaan
Pada titik tertentu, tingkat pertumbuhan
penjualan akan melambat, dan produk akan memasuki tahap kedewasaan relative.
Tahap ini biasanya lebih lama daripada tahap-tahap sebelumnya dan memberikan
tantangan besar bagi manajemen pemasaran. Sebagian besar produk berada dalam
siklus hidup.
Tahap kedewasaan dibagi menjadi tiga
fase yaitu pertumbuhan, kesetabilan dan kedewasaan yang terkikis. Dalam fase
pertama, tingkat pertumbuhan penjualan mulai menurun. Tidak ada saluran
distribusi baru yang harus diisi dan juga kekuatan persaingan baru juga muncul.
Pada fase kedua, penjualan mendatar pada basis perkapita karena kejenuhan pasar
dan sebagian konsumen potensial telah mencoba produk dan penjualan masa depan
diatur oleh pertumbuhan populasi dan permintaan penggantian. Dalam fase ketiga,
tingkat penjualan absolute mulai menurun, dan pelanggan mulai beralih ke produk
lain.
Fase ketiga
ini memberikan tantangan terbesar karena perlambatan penjualan menciptakan
kelebihan kapasitas dalam industri, yang menyebabkan perdaingan yang lebih
kuat. Pada akhirnya indutri akan terdiri dari pesaing yang mapan dengan
penggerak dasarnya adalah mendapatkan atau mempertahankan pangsa pasar. Dan
perusahaan yang mendominasi industri adalah segelintir perusahaan raksasa
mungkin pemimpin kualitas, pemimpin layanan, dan pemimpin biaya, yang melayani
keseluruhan pasar dan menghasilkan laba terutama melaluli volume yang tinggi
dan biaya rendah.
Tiga cara bermanfaat yang berpotensi
mengubah arah jalannya merek adalah modifikasi pasar, modifikasi produk, dan
modifikasi program pemasaran.
1.
Modifikasi Pasar. Perusahaan
dapat berusaha memperluas pasar untuk merek dewasanya dengan menghitung-hitung
dua factor yang membentuk volume penjualan.
2.
Modifikasi Produk. Manajer
juga berusaha merangsang penjualan dengan memodifikasi karakteristik produk
melalui perbaikan kualitas, perbaikan fitur, dan perbaikan gaya.
Perbaikan kualitas ini bertujuan meningkatkan kinerja
fungsional produk. Produsen seringkali dapat mengalahkan pesaingnya dengan
meluncurkan produk baru dan yang lebih baik. Pada perbaikan fitur juga bertujuan menambahkan fitur-fitur baru seperti
ukuran, berat, bahan, aditif, dan aksesoris yang memperluas kinerja produk,
fleksibelitas, keamanan dan kenyamanan. Strategi ini mempunyai beberapa
keunggulan. Fitur-fitur baru membangun citra perusahaan sebagai innovator dan
memenangkan loyalitas segmen pasar yang menghargai fitur-fitur ini. Mereka
memberi peluang publisitas yang gratis dan mereka membangkitkan antusiasme
tenaga penjualan dan distributor. Kelemahan perbaikan fitur ini adalah mudah
ditiru, kecuali pemasar menyadari keuntungan permanent sebagai pihak yang
pertama kali melakukannya.
Dalam perbaikan gaya bertujuan untuk
meningkatkan daya tarik estetik produk sebagian besar peluncuran model mobil
baru yang dilakukan secara berkala adalah dalam rangka persaingan gaya,
sebagian pula peluncuran kemasan baru untuk produk konsumen. Strategi gaya bias
memberikan identitas pasar yang unik kepada produk. Tetapi persaingan gaya
mempunyai masalah. Pertama, sulit memperediksi orang dan orang mana yang akan
menyukai gaya baru tersebut. Kedua, perubahan gaya biasanya harus mengharuskan
pemutusan gaya lama dan perusahaan perusahaan berisiko kehilangan pelanggan.
3.
Modifikasi
Program Pemasaran. Manajer produk juga dapat merangsang penjualan
dengan memodifikasi elemen program pemasaran lainnya. Mereka harus mengajukan
pertanyaan berikut :
a. Harga. Apakah pemotongan harga akan
menarik pembeli baru? Jika demikian, apakah kita harus menurunkan harga resmi
atau menurunkan harga melalui harga khusus, diskon volume atau diskon pembelian
awal, penyerapan biaya pengiriman, atau syarat kredit yang lebih mudah? Ataukah
kita sebaiknya menaikan harga, untuk menandakan kualitas yang lebih tinggi?
b.
Distribusi. Apakah
perusahaan dapat memperoleh dukungan produk dan pajangan di gerai yang ada
lebih besar? Dapatkah perusahaan masuk dalam lebih banyak gerai? Apakah
perusahaan dapat memperkenalkjan produk ke saluran distribusi yang baru?
c.
Iklan. Apakah kita
harus meningkatkan pengelauran iklan? Mengubah pesan atau copy iklan? Bauran
Media? Bagaimana dengan penentuan waktu, frekuensi, atau ukuran iklan?
d.
Promosi Penjualan. Apakah
perusahaan harus meningkatkan promosi penjualan kesepakatan dagang, kupon
potongan harga, rabat, jaminan, hadiah dan kontes?
e.
Penjualan
personal. Apakah kiuta harus meningkatkan jumlah atau kualitas wiraniaga? Apakah
kita harus mengubah dasar spesialisasi tenaga penjualan? Merevisi wilayah
penjualan atau insentif penjualan? Dapatkah kita memperbaiki rencana kunjungan
penjualan?
f.
Layanan. Dapatkah
perusahaan mempercepat pengiriman? Dapatkah kita memberikan lebih banyak
bantuan teknis kepada pelanggan? Lebih banyak kredit?
2.3.6
Strategi
Pemasaran : Tahap Penurunan
Penjualan menurun karena sejumlah alasan,
meliputi kemajuan teknologi, perubahan selera konsumen, dan peningkatan
persaingan domestic dan luar negeri. Semuanya da[at menyebabkan kelebihan
kapasitas, peningkatan potongan harga, dan pengikisan laba. Ketika penjualan
dan laba menurun, sejumlah perusahaan menarik diri dari pasar. Perusahaan yang
tersisa mungkin mengurangi mumlah produk yang mereka tawarkan. Mereka dapat
menarik diri dari segmen pasar yang lebih kecil dan saluran dagan yang lebih
lemah dan mereka dapat memotong anggaran promosi mereka dan menurunkan harga
lebih jauh lagi.
Dalam menangani produk yang menua,
perusahaan menghadapi sejumlah tugas dan keputusan. Tugas pertama adalah
menetapkan system untuk mengidentifikasi produk yang lemah. Strategi yang tepat
juga tergantung pada daya tarik relative industri dan kekuatan kompetitif
perusahaan dalam industri tersebut. Perusahaan yang berada dalam industri yang
tidak menarik tetapi memiliki kekuatan kompetitip harus mempertimbangkan untuk
melakukakn penyusutan secara selektif. Perusahaan yang berada dalam industri
atraktrif tetapi memilki kekuatan kompetitip harus mempertimbangkan kekeuatan
investasinya. Perusahaan yang berhasil mengulangi atau merevitalisasi produk
yang dewasa sering melakukaknnya dengan menambahkan nilai pada penawaran awal.
2.3.7
Bukti Konsep
Siklus Hidup Produk
Konsep PLC membantu pemasar
menerjemahkan dinamika produk dan pasar, melaukan perencanaan dan pengendalian,
dan melakukan peramalan. Salah satu studi riset tentang 30 kategori produk
baru-baru ini mengungkapkan sejumlah penemuan menarik menyangkut PLC.
a.
Ketahanan-ketahanan konsumen baru memperlihatkan
kenaikan yang khas, dimana setelahnya penjualan meningkat sekitar 45% pertahun.
b. Perlambatan
terjadi dengan penetrasi rata-rata 34%, jauh sebelum mayoritas rumah tangga
memiliki produk baru.
c. Tahap
pertumbuhan berlangsung sedikit lebih lama dari delapan tahun dan tidak tampak
memendek sepanjang tahun.
d. Ada
tangga-tangga informasional, artinya bahwa orang lebih cendrung mengadopsi
seiring dengan berjalannya waktu jika orang lain sudah memiliki, dan tidak
melakukan evalusi produk yang seksama.
2.3.8
Kritik
terhadap Konsep Siklus Hidup Produk
Teori PLC juga mendapat kritik. Mereka
mengklaim bahwa bentuk dan durasi pola siklus hidup terlalu beragam untuk
digeneralisasikan dan bahwa pemasar jarang dapat mengatakan pada tahap apa
produk mereka berada. Kritik juga mengatakan alih-alih suatu keadaan mutlak
yang pasti dialami penjualan, pola PLC lebih merupakan hasil sengaja dari
strategi pemasaran dan bahwa pemasaran yang bagus sebenarnya dapat menghasilkan
pertumbuhan berkelanjutan.
2.3.9
Evolusi
Pasar
Karena evolusi memfokuskan diri pada apa
yang terjadi pada keseluruhan pasar, PLC menghasilkan gambaran yang
berorientasi pada produk dan bukan gambaran yang berorientasi pada pasar.
Sepanjang merek atau produk itu ada, positioningnya harus berubah mengikuti
perkembanganpasar. Seperti produk, pasar berevolusi melalui empat tahap;
kemunculan, pertumbuhan, kedewasaan, dan penurunan
a.
Kemunculan
Sebelum
sebuah pasar terwujud, pasar itu ada sebagai pasar laten. Misalnya selama
berabad-abad orang menginginkan alat penghitung yang lebih cepat. Pasar
memuaskan kebutuhan ini dengan abacus, penggaris geser dan mesin penambahan
besar. Misalkan seseorang wirausahawan menyadari kebutuhan ini dan membayangkan
solusi teknologi dalam bentuk kalkulatur elektronik kecil yang dapat digenggam
dengan tangan. Karena ia berorientasi pada pasar, ia mewawancarai pembeli
potensial dan menemukan bahwa pelanggan sasaran mempunyai preferensi yang
sangat bervariasi.
Perusahaan
besar dapat mengejar pasar massal dengan merancang produk menengah dalam ukuran
dan jumlah fungsinya. Asumsikan perusahaan pelopor kita adalah perusahaan besar
dan merancang produknya untuk pasar massal. Setelah perusahaan itu meluncurkan
produk, tahap kemunculan dimulai.
b.
Pertumbuhan
Jika produk
baru terjual dengan baik, perusahaan baru akan memasuki pasar, masuk dalam pertumbuhan
pasar.
c.
Kedewasaan
Pada
akhirnya, pesaing mencakup dan melayani semua segmen utama dan pasar memasuki
tahap kedewasaan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Keputusan
positioning memerlukan penentuan kerangka referensi dengan mengidentifikasi
pasar sasaran dan sifat persaingan serta asosiasi merek titik paritas dan titik
perbedaan yang ideal. Untuk menentuka kerangka referensi kompetitif yang tepat,
seorang harus memahami perilaku konsumen dan pertimbangan yang digunakan konsumen
dalam membuat pilihan merek.
Titik
perbedaan (POD) adalah asosiasi unik dengan merek yang juga dipegang kuat dan
sering dievaluasi oleh konsumen. Titik Paritas (POP) adalah asosiasi yang tidak
mesti unik terhadap merek tetapi mungkin dibagi dengan merek lain.
Kunci
keunggulan kompetitif adalah diferensiasi merek yang relevan—konsumen harus
menemukan sesuatu yang unik dan berarti tentang penawaran pasar.
Setiap tahap
dalam siklus hidup produk memerlukan strategi pemasaran yang berbeda, yaitu
tahap pengenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan yang terakhir tahap
penurunan.
Seperti
produk, pasar berevolusi melalui empat tahap : kemunculan, pertumbuhan,
kedewasaan, dan penurunan.
Daftar Pustaka
Kotler, Keller. 2009. Manajemen Pemasaran . Jakarta : Erlangga







1 komentar:
Terimakasih sharing nya :) sangattt sangattt membantu
Posting Komentar